Ferdy Sambo, warga binaan Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, resmi melanjutkan pendidikan program magister (S2) teologi dari balik jeruji besi pada Selasa (12/5/2026). Eks Kadiv Propam Polri tersebut tercatat sebagai mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia (STTIGGI) melalui skema beasiswa.
Kabar mengenai aktivitas akademik Sambo ini dikonfirmasi oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) sebagai pemenuhan hak konstitusional warga binaan. Dilansir dari Nasional, regulasi mengenai pendidikan bagi narapidana telah diatur dalam Pasal 9 huruf C Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti, menegaskan bahwa akses pendidikan merupakan hak yang dilindungi negara bagi setiap individu di lembaga pemasyarakatan. Program ini tidak bersifat eksklusif melainkan berlaku secara umum bagi seluruh penghuni lapas yang memenuhi kriteria.
"Hak untuk mendapatkan pendidikan atau melanjutkan pendidikan itu dilindungi oleh undang-undang sebagai bagian dari hak dari warga binaan untuk mendapatkan pendidikan atau melanjutkan pendidikannya," kata Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas Rika Aprianti saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/5/2026).
Pihak Ditjen Pas menjelaskan bahwa preseden warga binaan yang menempuh pendidikan tinggi sudah ada sebelumnya. Sejak tahun 2020, program serupa telah diimplementasikan di fasilitas pemasyarakatan lain dengan menggandeng institusi pendidikan formal.
"Sampai saat ini masih berjalan, itu di Lapas Pemuda Tangerang, sudah dari tahun 2020-an, itu sudah ada warga binaan yang melanjutkan pendidikan S1, jadi ada kampus di dalam lapas tersebut," ujar Rika.
Pemerintah memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya memprioritaskan tokoh tertentu. Layanan pendidikan formal disediakan bagi seluruh narapidana sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan.
"Jadi bukan hanya tentang Ferdy Sambo saja, tapi juga semua warga binaan," imbuh dia.
Terkait teknis pemilihan mahasiswa, Lapas Cibinong menjalin kolaborasi dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI). Ferdy Sambo menjadi salah satu dari sekian warga binaan beragama Nasrani yang menyatakan minat untuk mengambil program beasiswa S1 maupun S2 teologi tersebut.
"Lapas Cibinong telah mengembangkan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI) untuk pemberian program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan nasrani, yang salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo," tutur Rika.
Perkuliahan dilakukan secara daring dari lingkungan Lapas Kelas IIA Cibinong untuk memastikan keamanan dan kepatuhan prosedur. Rika menambahkan bahwa proses seleksi dan pemberian hak pendidikan ini dilakukan secara objektif tanpa adanya perlakuan istimewa kepada pihak manapun.
"Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat," kata Rika.
Selain jenjang perguruan tinggi, Lapas Cibinong juga menyediakan program pendidikan non-formal bagi warga binaan lainnya. Tercatat puluhan orang telah terdaftar dalam program kesetaraan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka selama masa penahanan.
"Seperti kejar paket A, B, dan C yang telah diikuti oleh 88 warga binaan sejak tahun 2024, sampai dengan perguruan tinggi," ucap dia.