Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia IPB University memproyeksikan pembukaan 11 program studi baru hingga tahun 2031 setelah resmi mengubah nomenklatur kelembagaannya. Langkah perluasan spektrum keilmuan ini dilakukan seiring peresmian perubahan nama fakultas oleh Rektor IPB University pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dekan FISEMA IPB University Prof. Sofyan Sjaf menjelaskan bahwa penyesuaian organisasi ini merupakan langkah wajib untuk mengikuti cetak biru akademik yang telah ditetapkan oleh pihak universitas.
"IPB melakukan transformasi bukan hanya pada aspek struktur organisasi, tetapi juga pada aspek transformasi keilmuan. Fakultas tentu harus menyesuaikan diri dengan arsitektur akademik yang sudah ditetapkan oleh universitas," urai Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.
Sebagai langkah awal pada tahun 2026, fakultas tersebut langsung mengoperasikan program studi S1 Sosiologi serta S1 Geografi Manusia untuk melengkapi rumpun ilmu sosial yang sudah berjalan sebelumnya.
“Kurikulum tentu kami perbarui. Komunikasi akan lebih fokus pada komunikasi dalam perspektif pengembangan masyarakat. Sementara Sosiologi dan Geografi Manusia akan mengembangkan kurikulum baru sesuai kebutuhan zaman,” urai Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.
Rencana strategis penambahan program studi ke depan akan mencakup bidang Psikologi, Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Antropologi, Hukum, hingga Kebijakan Publik dengan fokus analisis yang tetap diarahkan pada komunitas agromaritim.
"Kita ingin membangun kekhasan ilmu sosial IPB. Fokus analisis utama kita tetap melekat pada komunitas agromaritim, masyarakat yang tinggal di dataran tinggi, dataran rendah, hingga wilayah pesisir," tambah Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.
Selain pengembangan program studi, fakultas ini juga tengah menjalankan program transformasi desa melalui metodologi Data Desa Presisi yang kini sedang dipertimbangkan oleh Badan Legislasi DPR RI.
“Alhamdulillah, DDP kini diminati berbagai daerah, termasuk Maluku dan Papua. Bahkan, Badan Legislasi DPR RI tengah mempertimbangkan adopsinya sebagai bagian dari metodologi Satu Data Indonesia,” ungkap Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.
Perubahan arsitektur akademik ini didasari oleh pandangan rektorat bahwa penguasaan sains dan teknologi tinggi di tingkat universitas harus diimbangi dengan pemahaman aspek sosial budaya masyarakat secara mendalam.
"Selama ini IPB University dikenal kuat dalam bidang sains, teknologi, pertanian, dan biosains. Namun tantangan global saat ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak akan cukup tanpa pemahaman yang kuat terhadap manusia, masyarakat, budaya, dan dinamika sosial yang menyertainya," ujar Dr Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.
Integrasi keilmuan sosial dengan sektor pangan, maritim, dan lingkungan dinilai menjadi kunci utama agar inovasi yang dilahirkan oleh IPB University dapat diimplementasikan secara tepat sasaran di tengah masyarakat.
"IPB meyakini bahwa inovasi teknologi tanpa pemahaman sosial yang mendalam akan kehilangan relevansinya di tengah masyarakat. Karena itu, FISEMA hadir untuk memperluas spektrum keilmuan IPB and memperkuat pendekatan sosial-ekologis dalam menjawab tantangan abad ke-21," kata Dr Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.
Pihak rektorat mengarahkan agar kurikulum yang diterapkan pada fakultas ini senantiasa berbasis pada realitas lapangan serta pengalaman nyata dari komunitas lokal di Indonesia.
"Ilmu sosial di IPB harus tumbuh dari lapangan, dari realitas masyarakat Indonesia sendiri. Kita ingin membangun ilmu yang tidak hanya menjelaskan masalah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang relevan bagi bangsa," tutur Dr Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.
Melalui pendekatan interdisipliner, hasil riset keilmuan dari fakultas ini ditargetkan menjadi referensi strategis penyusunan kebijakan publik nasional dengan tetap menghormati hak serta martabat manusia.
"Di balik setiap data, setiap inovasi, dan setiap kebijakan, selalu ada manusia yang harus dihormati martabat dan hak-haknya. Itulah nilai utama yang harus dijaga dalam pengembangan FISEMA," sebut Dr Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.