Franka Franklin mendampingi suaminya, mantan Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim, dalam sidang tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026. Kehadiran pendiri Tulola Jewelry tersebut menjadi pusat perhatian publik setelah menunjukkan momen emosional memberikan dukungan moral bagi suaminya di tengah proses hukum yang berlangsung.
Dilansir dari Suara, Nadiem tampak memeluk Franka serta kedua orang tuanya saat persidangan terkait pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) tersebut digelar. Penampilan Franka yang mengenakan kemeja putih dengan ekspresi haru terekam kamera dan mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Identitas Franka Franklin kembali digali publik seiring kemunculannya di persidangan tersebut sebagai sosok yang setia mendampingi mantan petinggi GoTo itu. Lahir di Jakarta pada 4 Februari 1985, Franka memiliki rekam jejak sebagai model dan merupakan finalis Puteri Indonesia 2006 yang mewakili provinsi DKI Jakarta.
Selain berkarier di dunia kecantikan, perempuan yang dinikahi Nadiem pada 2014 ini memiliki latar belakang pendidikan internasional yang ditempuh di Singapura dan Australia. Pengalaman akademis tersebut mendorong keterlibatannya secara aktif dalam berbagai isu sosial, terutama yang berkaitan dengan pengembangan anak, keluarga, serta hak-hak perempuan.
Ibu dari tiga anak ini sebelumnya cenderung membatasi kemunculannya di hadapan publik selama masa jabatan Nadiem sebagai Mendikbudristek. Meski jarang terekspos media hiburan, Franka tetap konsisten menjalankan perannya sebagai istri pejabat negara dalam agenda-agenda kenegaraan maupun kegiatan sosial tertentu.
Kehadiran Franka di Pengadilan Tipikor Jakarta tersebut menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan warganet, terutama saat adegan Nadiem mencium istrinya usai pembacaan tuntutan. Dukungan pihak keluarga ini menjadi latar belakang emosional dalam lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan perangkat teknologi pendidikan yang menjerat mantan menteri tersebut.