Gangguan operasional melanda perjalanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) relasi Duri-Manggarai pada Selasa (12/5/2026) siang. Insiden yang terjadi pukul 14.20 WIB di lintas antara Stasiun Tanah Abang dan Manggarai ini berdampak pada penyesuaian jadwal sejumlah rute kereta lainnya.
KAI Commuter melalui akun resmi X mengonfirmasi kendala tersebut pada pukul 14.58 WIB. Penanganan segera dilakukan dengan mengirimkan rangkaian kereta penolong guna mengevakuasi sarana yang bermasalah menuju Stasiun BNI City dan Stasiun Manggarai sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas kereta diantisipasi dengan penggunaan satu jalur secara bergantian. Langkah ini diambil untuk memastikan operasional tetap berjalan meski terdapat kendala teknis pada rangkaian No. 864A.
"Imbas kejadian ini, layanan perjalanan Commuterline Cikarang yang akan melintas menggunakan satu jalur pada lintas tersebut," ujar Leza Arlan, Manager Public Relations KAI Commuter.
Pihak manajemen kemudian memutuskan untuk menggabungkan jadwal keberangkatan kereta bandara guna meminimalisir penumpukan penumpang. Perjalanan relasi Manggarai pukul 14.30 WIB akhirnya disatukan dengan jadwal keberangkatan pukul 15.00 WIB.
"KAI Commuter juga melakukan rekayasa perjalanan pada Commuter Line Cikarang," tutur Leza Arlan.
Penyesuaian operasional ini mencakup pemotongan rute untuk dua jadwal KRL Cikarang relasi Kampung Bandan-Cikarang yang hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi. Selain itu, otoritas membatalkan total satu jadwal keberangkatan kereta bandara relasi Manggarai-Basoetta pukul 15.30 WIB.
"Pengguna yang sudah memiliki tiket Commuter Line Basoetta pukul 15.30 WIB, tiketnya bisa dibatalkan dengan menghubungi customer service di Stasiun Basoetta dengan pengembalian bea 100 persen," jelas Leza Arlan.
Kondisi ini juga memaksa pengalihan peron bagi penumpang layanan KRL Rangkasbitung di Stasiun Tanah Abang. Selama proses normalisasi jalur berlangsung, aktivitas naik dan turun penumpang dipindahkan ke peron V atau VI.
"Atas kendala dan keterlambatan perjalanan Commuter Line di lintas tersebut, KAI Commuter memohon maaf kepada seluruh pengguna," tutur Leza Arlan.