Pemerintah Amerika Serikat melalui akun resmi Gedung Putih telah membuka akses publik terhadap dokumen rahasia yang berkaitan dengan dugaan fenomena benda terbang tak dikenal atau UFO. Seperti dilansir dari Suara, tautan unduhan untuk berkas-berkas tersebut kini tersedia secara bebas bagi masyarakat luas.
Departemen Perang AS mengunggah lebih dari 160 berkas yang merinci setidaknya 400 insiden misterius yang terjadi di berbagai belahan dunia. Lembaga ini sebelumnya dikenal dengan nama Departemen Pertahanan atau Pentagon sebelum mengalami perubahan identitas di bawah pemerintahan saat ini.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengganti nama institusi tersebut menjadi Departemen Perang dengan visi memulihkan etos prajurit dan memfokuskan militer pada kemenangan. Langkah ini juga dimaksudkan sebagai penegasan posisi ofensif militer AS.
"Berkas UFO dirilis," tulis akun resmi Gedung Putih melalui platform X. Unggahan tersebut mengarahkan pengguna secara langsung ke situs khusus yang dikelola oleh Departemen Perang AS yang memuat ratusan laporan objek misterius.
Donald Trump memberikan pernyataan resmi melalui Truth Social pada Jumat, 8 Mei 2026, terkait langkah transparansi ini. Ia menegaskan bahwa penyediaan data tersebut merupakan bagian dari janji pemerintah kepada rakyat.
"Mengenai janji saya kepada Anda, Departemen Perang telah merilis bagian pertama dari berkas UFO/UAP kepada publik untuk ditinjau dan dipelajari. Dalam upaya untuk transparansi lengkap dan maksimum, merupakan kehormatan bagi saya mengarahkan pemerintahan untuk mengidentifikasi dan menyediakan berkas pemerintah yang berkaitan dengan Kehidupan Alien dan Ekstraterestrial, Fenomena Udara Tak Dikenal (UAP), dan Benda Terbang Tak Dikenal (UFO)," kata Donald Trump.
Pengumuman ini memicu reaksi masif di media sosial hingga topik mengenai Trump, Alien, dan UFO mendominasi jajaran tren global di platform X pada Sabtu, 9 Mei 2026. Data dari Trend24.in menunjukkan bahwa pembahasan UFO bertahan sebagai tren terlama selama 10 jam berturut-turut.
Pihak Departemen Perang AS memberikan catatan pada kolom unduhan bahwa materi yang diarsipkan merupakan kasus-kasus yang belum terselesaikan. Hal ini berarti pemerintah belum bisa menentukan sifat pasti dari fenomena yang diamati karena keterbatasan data.
"Materi yang diarsipkan di sini adalah kasus-kasus yang belum terselesaikan, artinya pemerintah tidak dapat membuat penentuan pasti tentang sifat fenomena yang diamati. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk kurangnya data yang memadai, dan Departemen Perang menyambut baik penerapan analisis, informasi, dan keahlian dari sektor swasta. DOW akan terus melakukan pelaporan terpisah tentang kasus-kasus UAP yang telah terselesaikan, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. Di bawah Pemerintahan ini, kami akan mengejar kebenaran dan membagikan temuan kami kepada rakyat Amerika," tulis Departemen Perang AS.
Dalam dokumen tersebut, terdapat bukti visual berupa penampakan cahaya biru misterius yang muncul saat misi NASA berlangsung. Selain itu, terdapat rekaman benda logam berbentuk elips yang mendadak hilang pada tahun 2023 lalu.
Laporan yang mencakup periode tahun 2020 hingga 2023 ini juga menampilkan video militer di Timur Tengah yang menangkap objek oval bergerak sangat cepat. Dokumen bersejarah dari misi Gemini 7 tahun 1965 ikut diungkap ke publik.
Transkrip misi tahun 1965 tersebut mencatat percakapan astronot Frank Borman yang melaporkan keberadaan ratusan partikel kecil melintas di dekat wahana antariksa mereka. Jared Isaacman selaku Administrator NASA menyambut positif langkah keterbukaan data ini.
Jared Isaacman menilai bahwa kejujuran mengenai hal-hal yang masih menjadi misteri sangat krusial bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Meski banyak laporan misterius, beberapa data lama dalam berkas tersebut sebenarnya telah berhasil dijelaskan secara ilmiah.
Salah satu contohnya adalah laporan pesawat misterius di atas Belanda pada tahun 1948. Meskipun awalnya dianggap sebagai anomali, intelijen kemudian menyimpulkan bahwa objek tersebut merupakan jet bermesin tunggal yang dibantu roket cadangan.