Gelombang panas ekstrem melanda wilayah India dan Pakistan sejak awal April 2026 dengan suhu udara yang dilaporkan menembus angka 45 hingga 50 derajat celsius pada Selasa (12/5/2026). Fenomena ini datang lebih awal dari siklus tahunan yang biasanya terjadi pada periode Mei hingga Juni.
Kenaikan suhu yang signifikan ini melanda sejumlah kota besar di Asia Selatan, termasuk wilayah Bahawalpur, Dadu, Hyderabad, Multan, hingga Turbat di Pakistan. Kondisi serupa juga terjadi di India, yang mencakup kota-kota padat penduduk seperti Delhi, Ahmedabad, Nagpur, dan Jodhpur sebagaimana dilansir dari Lestari.
Lembaga pemantau kualitas udara IQAir memberikan rincian mengenai sebaran wilayah yang terdampak oleh cuaca panas luar biasa tersebut dalam laporan terbarunya.
"Beberapa kota besar di seluruh Asia Selatan mengalami panas ekstrem selama peristiwa gelombang panas ini di antaranya Bahawalpur, Dadu, Hyderabad, Multan, Rahim Yar Khan, Sahiwal, Sibi, Sukkur dan Turbat di Pakistan," kata IQAir, dalam laporannya, Selasa (12/5/2026).
Pihak berwenang mencatat bahwa suhu udara di sebagian besar wilayah terdampak kemungkinan besar akan menetap di atas 38 derajat celsius sepanjang musim panas. Fenomena El Nino yang kuat diprediksi menjadi pemicu utama durasi gelombang panas yang lebih panjang dan kondisi cuaca yang lebih kering.
"Departemen meteorologi Pakistan telah memperingatkan bahwa kondisi gelombang panas akan terus berlanjut di wilayah Sindh bagian tengah dan atas selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Pola jangka panjang ini berarti suhu kemungkinan akan tetap berada di atas 38 derjata celsius sepanjang musim panas di sebagian besar wilayah tersebut," jelas laporan IQAir.
IQAir juga menekankan pentingnya langkah mitigasi bagi masyarakat yang terpapar langsung oleh suhu panas tersebut guna menghindari risiko kesehatan yang fatal.
"Warga disarankan untuk tetap berada di ruangan ber-AC, menghindari paparan sinar matahari langsung, minum cukup cairan, dan memeriksa kondisi lansia. Pekerja luar ruangan sebaiknya menjadwalkan ulang aktivitas ke jam-jam yang lebih sejuk," papar IQAIr.
Kepala Departemen Meteorologi India menyampaikan proyeksi bahwa kondisi gelombang panas di pesisir timur dan Gujarat akan mengalami eskalasi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah negara bagian Uttar Pradesh telah menginstruksikan rumah sakit untuk bersiaga penuh dalam menangani lonjakan kasus penyakit akibat panas.
Otoritas terkait di Pakistan juga memperingatkan warga untuk membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari demi mencegah dehidrasi. Di India, status waspada atau kode oranye telah diberlakukan di Gujarat sebagai respons atas ancaman kesehatan yang meningkat bagi manusia maupun hewan ternak.