Sembilan wilayah di Indonesia dilaporkan mengalami tsunami kecil setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Filipina pada Senin (8/6/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini sebelum akhirnya resmi mengakhiri status tersebut pada Senin pagi.
Gelombang tsunami terdeteksi masuk ke wilayah Indonesia dalam rentang waktu pukul 06.58 WIB hingga 08.20 WIB, sebagaimana dilansir dari Suara. Berdasarkan data resmi aplikasi BMKG, tinggi tsunami terbesar tercatat mencapai 0,75 meter di wilayah Talengan, Sulawesi Utara, yang masih berada di bawah prakiraan awal setinggi 0,5 hingga 3 meter.
BMKG sebelumnya mengeluarkan empat gelombang notifikasi peringatan dini tsunami untuk 22 wilayah melalui aplikasi dan media sosial yang memicu kehebohan netizen di platform X. Peta grafis BMKG sempat menunjukkan warna kuning untuk potensi tsunami 0-0,5 meter dan warna oranye untuk wilayah dengan prakiraan tinggi gelombang 0,5-3 meter.
Bencana ini dipicu oleh pergerakan di bawah laut yang mengaktifkan struktur tektonik di kawasan tersebut. Pihak berwenang menyatakan bahwa karakteristik kedalaman gempa menjadi faktor utama pembentukan gelombang.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto melalui keterangan tertulis kepada media.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh analisis dari ahli gempa mengenai mekanisme pergerakan batuan di zona subduksi Filipina. Karakteristik patahan tersebut dinilai memiliki potensi tinggi dalam menggerakkan massa air laut.
"Gempa ini dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina. Mekanisme sumber (focal mechanismnya) thrusting - patahan naik, jenis mekanisme sumber spt ini memang sensitif membangkitkan tsunami," kata Daryono selaku Anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) sekaligus Wakil Ketua IABI melalui akun media sosial.
Tsunami kecil yang melanda pesisir utara Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara dipastikan tidak melampaui ketinggian 1 meter. Penghentian peringatan dini dikeluarkan bersamaan dengan pengumuman resmi bahwa ancaman gelombang telah berakhir.
| Wilayah | Waktu Kedatangan (WIB) | Tinggi Gelombang (Meter) |
|---|---|---|
| BITUNG | 07:51 | 0.29 |
| LOLODA-HALMAHERABARAT | 07:20 | 0.09 |
| MELONGUANE-KEPULUANTALAUD | 07:27 | 0.32 |
| PALELEH | 07:34 | 0.45 |
| TAHUNA | 06:58 | 0.30 |
| TALENGAN-SULUT | 08:20 | 0.75 |
| TANJUNGSIDUPA | 07:39 | 0.32 |
| TERNATE | 07:51 | 0.14 |
| ULUSIAU-SITARO | 07:27 | 0.18 |