Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Filipina Selatan pada Senin, 8 Juni 2026, mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan memicu peringatan dini tsunami di sejumlah provinsi Indonesia. Badan Meteorologi, Klikmatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kenaikan muka air laut di beberapa titik pantai Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Dampak kerusakan parah dilaporkan terjadi di wilayah Mindanao, Filipina. Sersan Mayor Robert Dagon dari kepolisian Kota General Santos mengonfirmasi adanya korban jiwa serta luka-luka akibat insiden tersebut melalui kantor berita AFP.
"Banyak bangunan yang terkena dampak, tetapi saya tidak dapat menyebutkannya sekarang karena kami sedang sibuk dengan operasi penyelamatan yang sedang berlangsung," kata Sersan Mayor Robert Dagon.
Aparat kepolisian setempat saat ini masih fokus melakukan proses evakuasi di lokasi-lokasi reruntuhan. Robert menambahkan bahwa dampak fisik dari guncangan besar ini merusak fasilitas publik dan area pemukiman warga.
"Sejumlah bangunan runtuh. Beberapa rumah juga ambruk," ujarnya.
Guncangan kuat tersebut berhulu dari laut pada kedalaman antara 47 hingga 105 kilometer. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di sekitar perairan Filipina Selatan atau berjarak sekitar 236 hingga 244 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung dan Tahuna, Sulawesi Utara.
Sinyal peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan untuk 22 hingga 30 wilayah di lima provinsi, meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Status siaga dan waspada diterapkan guna mengantisipasi ancaman bahaya di sepanjang pesisir.
Berdasarkan alat pengukur muka air laut BMKG, gelombang tsunami terkecil terdeteksi di Loloda, Halmahera Barat setinggi 0,09 meter pada pukul 07.20 WIB. Sementara itu, limpasan gelombang tertinggi terpantau mencapai 0,75 meter di wilayah Talengan, Sulawesi Utara pada pukul 08.20 WIB.
| Lokasi | Waktu (WIB) | Ketinggian (m) |
|---|---|---|
| BITUNG | 07:51 | 0.29 |
| LOLODA-HALMAHERABARAT | 07:20 | 0.09 |
| MELONGUANE-KEPULUANTALAUD | 07:27 | 0.32 |
| PALELEH | 07:34 | 0.45 |
| TAHUNA | 06:58 | 0.3 |
| TALENGAN-SULUT | 08:20 | 0.75 |
| TANJUNGSIDUPA | 07:39 | 0.32 |
| TERNATE | 07:51 | 0.14 |
| ULUSIAU-SITARO | 07:27 | 0.18 |
Warga di beberapa daerah pesisir Indonesia melaporkan guncangan terasa kuat hingga menggetarkan perabotan rumah tangga. Melalui pantauan media sosial oleh Suara.com, sejumlah netizen di wilayah terdampak sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Pas banget lagi sakit, muntah2 dilantai 2. Jendela, pintu gerak. Walaupun ga berdaya tetep berusaha turun kelantai bawah," tulis @ki*a**ruu.
Getaran yang terjadi pada pagi hari tersebut juga dilaporkan memicu kepanikan singkat bagi warga yang baru memulai aktivitas. Pengguna media sosial lain turut membagikan pengalaman mereka saat merasakan kekuatan gempa.
"Sumpah pagi-pagi udah disapa gempa... tapi gempa kali ini bikin pusing," cuit @ed**ng*19.
Pemerintah daerah di wilayah dengan status Siaga telah diinstruksikan oleh BMKG untuk mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Sementara itu, penduduk di wilayah berstatus Waspada diminta tetap tenang namun menjauhi area pantai serta tepian sungai.