Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin (9/6/2026) pukul 07.37 Wita, yang getarannya dirasakan kuat hingga wilayah Gorontalo.
Berdasarkan data resmi dari situs bmkg.go.id, pusat gempa terdeteksi berada di koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 236 kilometer arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, dengan kedalaman gempa mencapai 105 kilometer.
Dampak guncangan yang berlangsung cukup lama memicu kepanikan di wilayah Gorontalo. Warga yang sebagian besar sedang berada di dalam rumah langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dari potensi bahaya.
"Gempa ini agak lama," kata Sutarni, warga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo.
Situasi serupa juga melanda area perkotaan. Durasi gempa yang panjang dilaporkan menyebabkan sejumlah masyarakat merasakan pusing akibat efek getaran yang tidak biasa.
"Getarannya beda dengan gempa kemarin, hari ini seperti berdenyut-denyut membuat kami pening," ujar Hasan, warga Dungingi.
Potensi ancaman gelombang tsunami akibat aktivitas seismik ini tidak hanya berlaku untuk satu daerah. Pihak otoritas memperluas cakupan wilayah waspada ke beberapa provinsi di sekitarnya.
"Berpotensi tsunami di wilayah Gorontalo, Kaltim, Malut, Sulteng, Sulut," tulis peringatan dini situs BMKG.