Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membagikan sepeda kepada dua santri saat menghadiri haul ke-55 KH Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026). Pemberian hadiah tersebut dilakukan setelah para santri menjawab pertanyaan mengenai alasan mereka bangga menjadi santri.
Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian pengajian yang dihadiri oleh keluarga besar yayasan dan para masyaikh. Sebagaimana dilansir dari Nasional, Gibran awalnya meminta para santri untuk meneladani perjuangan KH Wahab Chasbullah sebelum memberikan tantangan berupa kuis kepada peserta laki-laki dan perempuan.
"Ini coba sepedanya dikeluarkan dulu. Taruh depan sini saja. Ada dua sepeda. Mungkin dari panitia bisa memilih satu perempuan, satu laki-laki. Tapi jawab pertanyaan dulu," kata Gibran, Wakil Presiden RI.
Mantan Wali Kota Solo tersebut memberikan instruksi agar panitia menyiapkan sepeda di depan panggung. Ia kemudian menekankan bahwa kriteria jawaban untuk pertanyaan tersebut bersifat subjektif dan tidak terbatas pada kebenaran akademis.
"Ini tolong nanti dijawab, tidak ada jawaban yang salah, ya. Pertanyaannya gampang. Apa yang membuat kamu bangga menjadi santri?" tanya Gibran, Wakil Presiden RI.
Ahmad Alfir Ismail, santri asal Magelang, menjelaskan bahwa kebanggaannya didasari pada tiga moto utama yaitu berakhlak, berilmu, dan berkiprah. Ia memaparkan bahwa adab menduduki posisi lebih tinggi daripada ilmu dalam pendidikan pesantren.
"Maka dari itu ada makalah "Al-adabu fauqal ilmi", adab lebih utama daripada ilmu," kata Ahmad, Santri.
Ahmad melanjutkan penjelasannya dengan merujuk pada keteladanan KH Abdul Wahab Hasbullah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut menjadi inspirasi baginya untuk berkiprah di tengah masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
"Maka dari itu berdirinya saya di sini memberikan jawaban dari Bapak Wapres yakni tiga moto tadi berakhlak, berilmu, dan juga berkiprah di masyarakat," ujar Ahmad, Santri.
Respons positif juga datang dari santri putri bernama Indy Febrianti Valentina asal Jombang. Ia menilai esensi menjadi santri adalah kemampuan untuk menerapkan ilmu dan menjaga akhlak mulia meskipun sudah tidak lagi menetap di lingkungan pondok pesantren.
"Seorang santri itu tidak hanya yang menetap di pondok pesantren saja, tetapi seorang santri itu yang mau memiliki sifat seperti seorang santri yaitu dia memiliki adab kepada gurunya dan dia juga setelah keluar dari sekolahnya mencari ilmu dia menerapkan ilmunya di luar sana," ujar Indy, Santri.
Gibran menyampaikan apresiasi atas jawaban kedua santri tersebut dan menyebut mereka sebagai calon pemimpin masa depan. Ia memberikan keyakinan kepada pengurus pondok mengenai kualitas generasi penerus yang ada saat ini.
"Calon pemimpin semua ini. Jadi, tenang saja Pak Kiai ini generasi-generasi penerusnya luar biasa jadi masa depan pondok ke depan cerah," ungkap Gibran, Wakil Presiden RI.
Setelah sesi tanya jawab berakhir, Wakil Presiden memastikan kedua santri tersebut mampu mengendarai sepeda yang telah disiapkan sebagai hadiah. Ia kemudian mempersilakan keduanya membawa turun hadiah tersebut dari area panggung.
"Ya sudah, kalau bisa langsung diambil hadiahnya. Makasih. Boleh diambil. Ditinggal ya enggak apa-apa. Tepuk tangan dulu untuk santri Tambakberas," ujar Gibran, Wakil Presiden RI.