Gibran Rakabuming Instruksikan Penjajakan Investasi Pupuk di Laos

Gibran Rakabuming Instruksikan Penjajakan Investasi Pupuk di Laos

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming memerintahkan Badan Pengaturan BUMN dan Badan Pengelola Investasi Danantara untuk mulai menjajaki peluang investasi sektor pupuk di Laos pada Selasa (5/5/2026). Langkah ini diambil usai pertemuan bilateral dengan Wakil PM Laos Thongsavan Phomvihane di Jakarta.

Rencana ekspansi ini bertujuan memperkuat kedaulatan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas pangan di kawasan Asia Tenggara. Dilansir dari Nasional, sektor hilirisasi menjadi fokus utama dalam arahan yang disampaikan oleh orang nomor dua di Indonesia tersebut.

Wakil Menteri Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma'ruf menjelaskan bahwa instruksi tersebut berkaitan erat dengan upaya pemenuhan bahan baku industri dalam negeri. Saat ini, ketergantungan Indonesia terhadap komoditas impor tertentu masih sangat tinggi.

"Tadi Bapak Wakil Presiden menyampaikan bahwa meminta kepada kami di BP BUMN dan Danantara untuk menjajaki peluang investasi mengenai hilirisasi di bidang pupuk," kata Aminuddin Ma'ruf, Wakil Menteri Badan Pengaturan BUMN.

Aminuddin menambahkan bahwa hampir seluruh kebutuhan potas Indonesia didatangkan dari luar negeri. Komoditas tersebut merupakan komponen krusial yang digunakan sebagai bahan baku utama dalam produksi pupuk nasional.

"Untuk meningkatkan kerja sama mewujudkan visi Bapak Presiden yaitu tentang kedaulatan dan ketahanan pangan yang tidak hanya berfokus pada Indonesia tapi juga ketahanan pangan dalam skala regional yaitu Asia Tenggara," ucap Aminuddin Ma'ruf.

Selain sektor pertanian, pembahasan antara kedua pimpinan negara tersebut mencakup perluasan peran perusahaan pelat merah di bidang strategis lainnya. Investasi pada industri ekstraktif dan pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan turut masuk dalam radar pemerintah.

"Dan lebih spesifik lagi juga Pak Wakil Presiden tadi menyampaikan bidang investasi BUMN yang bergerak di bidang pertambangan dan pertahanan," ucap Aminuddin Ma'ruf.

Pemerintah saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan perwakilan diplomatik Laos untuk merumuskan teknis kerja sama tersebut. Diskusi lanjutan akan dilakukan guna menentukan besaran modal dan jangka waktu kemitraan yang akan dijalankan.

"Untuk nilai investasinya berapa, jangka waktunya berapa, ini kan masih pertemuan dalam antar pimpinan negara. Ya nanti kami tadi juga saya sudah berkomunikasi dengan Duta Besar Laos untuk Indonesia, kami akan menjajaki menurunkan poin-poinnya untuk lebih detail," kata Aminuddin Ma'ruf.

Artikel terkait

Rekomendasi