Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menginstruksikan para kiai, gubernur, hingga bupati untuk mengawal ketat berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pengajian haul ke-55 KH Wahab Chasbullah di Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026) pagi.
Deretan program yang menjadi fokus utama mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.
"Saya titip ke Pak Kiai, Pak Kapolri, Bu Gubernur, Pak Bupati, Forkopimda yang hadir untuk selalu mengawal program-program prioritas dari Bapak Presiden: MBG, CKG, Koperasi Desa, Kampung Nelayan, dan program-program lainnya," kata Gibran, dilansir dari Nasional melalui tayangan YouTube Sekretariat Wakil Presiden.
Permohonan doa juga dipanjatkan oleh mantan Wali Kota Solo tersebut agar seluruh agenda kerja pemerintah pusat dapat terealisasi dengan optimal, khususnya di lingkungan pondok pesantren di Jawa Timur.
Gibran menegaskan komitmennya dengan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah daerah seperti Pacitan dan Trenggalek dalam beberapa pekan terakhir guna memastikan kesiapan operasional di tingkat lokal.
"Saya ditemani Pak Wakil Gubernur, saya ke ke pondok juga ke Termas, Pacitan, dan juga Trenggalek. Kita ingin memastikan program-program Bapak Presiden itu benar-benar berjalan di daerah," ucap Gibran.
Selain program sosial dan ekonomi, pemerintah sedang menjajaki inisiasi Kampung Haji yang direncanakan memiliki fasilitas jalur cepat (fast track) di bandara guna memangkas durasi proses administrasi keimigrasian bagi jemaah.
Keberadaan fasilitas terpadu ini diharapkan mampu memberikan efisiensi signifikan terhadap Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sehingga menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
"Nah, sekarang setelah ada layanan-layanan tadi, ada yang namanya Kampung Haji. Ini ke depan dapat memperlancar, mempermudah dan juga nanti Insha Allah biaya hajinya bisa semakin ditekan. Itu cita-citanya Pak Presiden," jelas Gibran.
Pembangunan infrastruktur Kampung Haji tersebut dijadwalkan berdiri di atas lahan seluas 45 hektare yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penginapan, tetapi juga pusat layanan haji terintegrasi.
Meski proses perencanaan sudah berjalan, fasilitas ini diprediksi baru bisa mulai dioperasikan secara perdana pada musim haji tahun 2027 mendatang.
"Jadi ini ada lahan seluas 45 hektar yang nanti bukan hanya penginapan saja tapi juga untuk pelayanan-pelayanan yang lain," tandas Gibran.