Pelaksanaan shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, berjalan dengan khidmat. Seperti dilansir dari Cahaya, ibadah tahun ini mengusung tema "Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan".
Tema yang diangkat tersebut selaras dengan gagasan besar Kementerian Agama terkait ekoteologi serta teologi cinta dalam kehidupan beragama. Ribuan jamaah sudah memadati masjid terbesar di Asia Tenggara ini sejak pagi hari.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat negara turut hadir melaksanakan shalat Id di lokasi. Prosesi ibadah berlangsung dalam pengamanan ketat namun situasi tetap kondusif.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof. H. Hamdan Juhannis bertindak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan materi berjudul "Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan".
Isi khutbah tersebut menekankan pentingnya nilai kepedulian terhadap sesama manusia serta perlindungan lingkungan hidup melalui momentum ibadah kurban. Sejumlah menteri kabinet juga tampak mendampingi Wapres Gibran.
Pejabat negara yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Perwakilan negara sahabat seperti Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattiri juga terlihat di lokasi.
Aparat gabungan termasuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menerapkan pengamanan ketat. Setiap jamaah wajib melewati pemeriksaan keamanan sebelum memasuki area ruang utama masjid demi menjaga ketertiban.
Panitia pelaksana mengimbau seluruh masyarakat yang hadir untuk menjaga kenyamanan bersama dan mematuhi protokol kesehatan. Masjid Istiqlal yang berlokasi di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, ini memiliki kapasitas maksimal 200 ribu hingga 250 ribu orang.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia memperkirakan jumlah jamaah yang datang mencapai 100 ribu hingga 150 ribu orang. Jumlah tersebut tercatat konsisten mengikuti tren perayaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Suasana haru dan syukur dirasakan oleh para jamaah yang datang dari berbagai wilayah. Salah satunya adalah Sofian (60), warga Jatinegara, Jakarta Timur, yang bersyukur bisa beribadah bersama anak-anaknya yang merantau di Malaysia.
"Tahun-tahun sebelumnya, saya biasanya melaksanakan shalat di masjid lingkungan tempat tinggal hanya dengan istri," kata Sofian.
Panitia membagi akses pintu masuk Masjid Istiqlal menjadi beberapa jalur untuk mengantisipasi kepadatan. Jamaah umum yang berjalan kaki diarahkan melalui Gerbang Al-Fattah di seberang Gereja Katedral, serta Gerbang As-Salam 1 dan As-Salam 2 di seberang Halte Juanda.
Bagi jamaah yang membawa kendaraan pribadi, akses masuk diarahkan melalui Gerbang Al-Aziz dan Al-Mukmin di seberang SMPN 4 Jakarta. Area parkir utama kendaraan roda empat disediakan pada fasilitas basement masjid.
Kantong parkir tambahan pada basement B1 dan B2 Masjid Istiqlal dilaporkan mampu menampung hingga 600 unit mobil. Panitia juga menyediakan lokasi parkir alternatif di kawasan Pertamina, Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Kantor Pos, dan belakang Gedung TNI AD.
Area parkir milik Gereja Katedral Jakarta juga turut dibuka untuk membantu menampung kendaraan jamaah. Fasilitas di Katedral tersebut dikhususkan untuk memuat sekitar 200 unit sepeda motor.