Ginandjar Kartasasmita Ungkap Detik Menjelang Pengunduran Diri Soeharto

Ginandjar Kartasasmita Ungkap Detik Menjelang Pengunduran Diri Soeharto

Mantan Kepala Bappenas Ginandjar Kartasasmita mengungkapkan kronologi pertemuan 14 menteri menjelang pengunduran diri Presiden Soeharto pada Mei 1998 silam. Dilansir dari Nasional, para menteri tersebut berkumpul di Kantor Bappenas guna menyikapi kondisi Jakarta yang dilanda kerusuhan hebat dan demonstrasi massa.

Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah surat kesepakatan yang direncanakan untuk diserahkan langsung kepada penguasa Orde Baru tersebut. Ginandjar menegaskan bahwa isi surat itu tidak memuat tuntutan eksplisit agar presiden menanggalkan jabatannya saat itu.

"Kita tidak bilang (meminta) beliau mundur. Sama sekali tidak ada dan tidak ada dalam pemikiran kita (meminta Soeharto mundur)," kata Ginandjar, Mantan Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri.

Pesan utama dalam dokumen tersebut justru mendorong agar Soeharto segera mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan negara. Para menteri berpendapat bahwa pembentukan kabinet baru bukanlah solusi utama atas krisis yang terjadi.

"Kita harus lapor bahwa dalam seminggu bisa kolaps ekonomi ini," ujar Ginandjar, Mantan Kepala Bappenas.

Setelah rembuk tersebut, Ginandjar bersama Menko Kesra dan Menko Polkam mendatangi kediaman Soeharto di Jalan Cendana. Namun, dalam pertemuan tatap muka tersebut, mereka justru tidak mampu menyampaikan aspirasi jajaran menteri karena suasana yang canggung.

"Beliau bicara macam-macam, tapi sama sekali tidak berhubungan dengan kondisi saat itu," ujar Ginandjar, Mantan Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri.

Ginandjar mengakui adanya kebuntuan komunikasi saat berhadapan langsung dengan Soeharto pada malam krusial tersebut. Alhasil, niat untuk memaparkan kondisi riil negara urung terlaksana secara lisan.

"Dan kita nggak bisa ngomong lagi, jujur saja," lanjut Ginandjar, Mantan Kepala Bappenas.

Pembahasan mendalam mengenai momen sejarah ini ditayangkan kembali melalui kanal YouTube Kompas.com pada Rabu (14/5/2026). Program tersebut mengulas berbagai sudut pandang terkait hari-hari terakhir kekuasaan Presiden Soeharto.

Artikel terkait

Rekomendasi