Gojek Indonesia melakukan penelusuran terkait video viral seorang pengemudi ojek online yang mematok tarif tidak wajar sebesar Rp 400 ribu kepada penumpangnya pada Senin (8/6), dilansir dari Detik Oto.
Peristiwa tersebut bermula saat seorang penumpang menggunakan jasa ojek online secara konvensional tanpa aplikasi dari Senayan menuju Bundaran HI dengan kesepakatan harga awal yang memicu kesalahpahaman.
Penumpang mengira nominal yang disepakati adalah Rp 58 ribu untuk perjalanan selama 20 menit, namun pengemudi menolak pembayaran tersebut karena mengartikan angka itu sebagai Rp 50 ribu sebanyak delapan lembar.
Perdebatan mengenai nominal pembayaran ini sempat direkam oleh penumpang yang merasa keberatan dengan penafsiran tarif dari pihak pengemudi.
"Tadi bilangnya Rp 58 (ribu)," ujar perekam video sambil berdebat dengan driver tersebut.
Pengemudi ojek online dalam rekaman tersebut menyatakan ketidakberatannya jika pembicaraan mereka direkam dan disebarluaskan oleh sang penumpang.
"Nggak apa-apa saya diviralin, asalkan saya dibayar," demikian respons si driver.
Pihak penumpang pun kembali menegaskan rasa ketidakpercayaannya terhadap jumlah uang yang dituntut oleh pengemudi.
"Rp 400 ribu, Rp 50 ribu-nya ada delapan?" respons si perekam video seperti tak percaya.
Menanggapi laporan dari masyarakat mengenai tayangan yang beredar luas di media sosial Threads tersebut, pihak Gojek Indonesia segera memberikan pernyataan resmi melalui akun media sosial mereka.
"Sebelumnya, kami telah menerima laporan dari customer yang bersangkutan dan saat ini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut berdasarkan informasi yang tersedia," ujar Instagram resmi @gojekindonesia yang membalas unggahan viral tersebut.
Manajemen Gojek mengungkapkan bahwa nomor kendaraan yang dilaporkan oleh konsumen ternyata tidak tercatat dalam sistem pangkalan data resmi milik perusahaan.
"Meski demikian, kami tetap berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut dan terbuka apabila terdapat informasi tambahan yang dapat membantu proses investigasi. Informasi tersebut dapat disampaikan melalui DM," jelasnya.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran, sekaligus mengimbau masyarakat agar selalu memanfaatkan fitur pemesanan resmi demi keselamatan.
"Kami juga ingin mengingatkan pentingnya melakukan pemesanan dan transaksi melalui aplikasi Gojek. Selain membantu memastikan perjalanan tercatat di sistem, hal ini memungkinkan kami memberikan bantuan dan tindak lanjut secara lebih optimal apabila terjadi kendala selama layanan berlangsung," tutupnya.