Sebanyak 40 organisasi kemasyarakatan Islam melaporkan Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie bersama Ade Armando dan Permadi Arya ke Bareskrim Polri atas dugaan pemicuan keresahan antarumat beragama. Laporan dengan nomor LP/B/185/V/2026 tersebut dipicu oleh unggahan potongan video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada.
Dilansir dari Suara, Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama menilai konten yang dibagikan oleh para terlapor bersifat tendensius. Potongan video tersebut dianggap berpotensi menyesatkan masyarakat serta mengganggu stabilitas kerukunan beragama di Indonesia.
Grace Natalie memiliki latar belakang sebagai jurnalis senior dan pendiri Partai Solidaritas Indonesia yang pernah menjabat CEO Saiful Mujani Research & Consulting. Saat ini, ia memegang posisi strategis sebagai Komisaris BUMN serta sempat bertugas menjadi Staf Khusus Presiden.
Kekayaan Grace Natalie tidak tercatat secara resmi dalam LHKPN KPK karena statusnya yang bukan penyelenggara negara wajib lapor secara berkala. Namun, pendapatannya bersumber dari karier jurnalistik, posisi manajerial di lembaga riset, serta honorarium dan tantiem sebagai komisaris perusahaan pelat merah.
Suami Grace, Kevin Osmond, juga dikenal sebagai pengusaha di sektor teknologi yang memimpin Printerous dan terlibat dalam pendanaan startup Tiket.com. Selain aset bisnis keluarga, Grace diketahui memiliki sejumlah kendaraan pribadi seperti Toyota Fortuner dan Vespa klasik.
Partai Solidaritas Indonesia menanggapi situasi hukum ini dengan melakukan pemanggilan internal terhadap Grace Natalie guna mendapatkan klarifikasi. Pihak partai menegaskan tidak memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan dalam menghadapi laporan massal dari puluhan ormas tersebut.