Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyatakan kesiapannya untuk berdialog dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) setelah dirinya dilaporkan ke Bareskrim Polri, Senin (11/5/2026). Langkah ini diambil guna mengklarifikasi konten video respons atas ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dilansir dari Nasional, Grace menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan personal dengan Jusuf Kalla. Ia menilai pernyataan yang disampaikan dalam unggahan konten tersebut masih dalam batas wajar dan bersifat normatif.
"Ya tentu saya terbuka untuk namanya kita mau diskusi. Saya juga tidak pernah ada masalah apapun gitu kan sama Pak JK sebagai pribadi. Pernyataan saya pun juga normal-normal aja," kata Grace Natalie, Sekretaris Dewan Pembina PSI.
Grace menyampaikan bahwa pintu komunikasi selalu terbuka apabila pihak Jusuf Kalla membutuhkan penjelasan lebih mendalam mengenai konteks dari konten yang dipermasalahkan tersebut.
"Oleh karenanya saya siap kalau mau dimintai penjelasan misalnya, atau mungkin Pak JK mau tanya apa sih konteksnya. Tapi kan yang kemarin melaporkan juga bukan Pak JK kan," ujar Grace Natalie, Sekretaris Dewan Pembina PSI.
Politisi tersebut juga menekankan bahwa hubungan komunikasinya dengan tokoh senior itu tetap terjaga meskipun sudah cukup lama tidak bertatap muka secara langsung.
"Saya nggak pernah ada masalah sama Pak JK. Kebetulan juga sudah lama agak lama nggak ketemu beliau. Nggak pernah punya masalah. Teman-teman bisa cek track record pribadi saya, saya nggak pernah punya masalah apapun dengan Pak JK," tegas Grace Natalie, Sekretaris Dewan Pembina PSI.
Sebelumnya, laporan terhadap Grace Natalie, Ade Armando, dan Permadi Arya dilayangkan oleh gabungan sekitar 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) ke Bareskrim Polri. Para terlapor dituding telah menggiring opini negatif melalui konten yang diduga memotong isi ceramah Jusuf Kalla saat berada di UGM.