Ormas GRIB Jaya membantah telah melakukan pengepungan terhadap kediaman penulis buku Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, pada Minggu (17/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, perwakilan GRIB Jaya menyatakan kehadiran mereka bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait unggahan video yang menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.
Pihak GRIB Jaya menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons atas konten di ruang publik yang dinilai menyudutkan pimpinan mereka. Selain itu, mereka juga menyoroti adanya dugaan penyebaran konten tersebut secara berulang melalui pesan singkat.
Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, menegaskan bahwa situasi di lokasi tidak seperti yang diberitakan. Pihak ormas mengklaim kedatangan mereka dilakukan secara terukur untuk mengundang Ahmad Bahar ke kantor pusat mereka.
"Narasi yang menyebutkan adanya "pengepungan massa" dinilai sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Marcel Gual, Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
Marcel Gual menambahkan bahwa Ahmad Bahar tidak bersedia menemui massa secara langsung. Menurutnya, sang penulis justru menghindari pertemuan dan hanya mengirimkan perwakilannya.
"Sayangnya, Ahmad Bahar dinilai tidak ksatria dan mencoba lepas dari tanggung jawab. Alih-alih hadir secara jantan, ia justru melarikan diri, mematikan telepon genggamnya, dan hanya mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP," kata Marcel Gual, Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
Sebelum mendatangi lokasi, tim hukum ormas tersebut mengklaim telah menyiapkan langkah hukum terkait dugaan penyebaran konten. Upaya ini dipicu oleh adanya pengiriman pesan massal oleh pihak tidak dikenal.
"Sebelum bergerak ke lokasi, Tim Hukum DPP GRIB Jaya telah merampungkan berkas dan mengumpulkan bukti-bukti digital untuk melaporkan Ahmad Bahar ke pihak kepolisian. Hal ini dipicu oleh aksi doxing yang dilakukan secara masif oleh sejumlah nomor asing melalui aplikasi WhatsApp," ujar Marcel Gual, Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
Di sisi lain, pihak keluarga Ahmad Bahar memberikan penjelasan berbeda mengenai pemicu kesalahpahaman tersebut. Menurut mereka, masalah bermula dari peretasan gawai milik anak perempuan mereka yang digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengirim ancaman.
"Tiga atau empat hari yang lalu, HP anak saya di-hack. Ternyata hacker-nya itu mengancam-ancam si Hercules, pakai nomor anak saya," kata Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Yenni Nur menyatakan bahwa pihak Hercules sempat mengirim utusan sebelum peristiwa kedatangan massa terjadi. Meskipun keluarga telah memberikan bukti peretasan, penjelasan tersebut tidak diterima oleh pihak yang datang.
"Waktu itu ada dua orang dari pihak mereka yang datang mengklarifikasi. Tetap aja katanya, 'Itu kamu yang lakuin'. Lah, mau nunjukin gimana lagi, kita ada bukti-bukti kalau HP kita di-hack. Ya apalagi anak saya perempuan ya, mana mungkin mau urusan yang kayak gitu-gitu," ujar Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Selain masalah peretasan gawai, Yenni Nur menduga ketegangan ini juga dipicu oleh isi konten video TikTok suaminya. Konten tersebut berisi komentar Ahmad Bahar mengenai perselisihan antara Hercules dan Amien Rais.
"Awal ininya sih ya ada konten Pak Ahmad Bahar yang menyinggung-menyinggung Hercules. Karena kan Hercules itu waktu itu mengingatkan Pak Amien Rais, sementara Pak Ahmad itu kan emang deket sama Pak Amien. Otomatis aja ya kontennya sih emang rada nyerempet-nyerempet, 'kamu tuh udah waktunya tumbang' gitu ngomong ke Hercules," jelas Yenni Nur, Istri Ahmad Bahar.
Saat ini, situasi di kediaman tersebut telah kembali kondusif dan anak Ahmad Bahar sudah berada di rumah. Kasus ini diselesaikan setelah kedua belah pihak menandatangani kesepakatan damai tertulis.