GRIB Jaya Datangi Rumah Ahmad Bahar di Depok

GRIB Jaya Datangi Rumah Ahmad Bahar di Depok

Sejumlah anggota GRIB Jaya mendatangi kediaman penulis Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, akibat dugaan pengiriman pesan ancaman dan unggahan video TikTok yang menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules.

Klarifikasi mengenai dugaan ancaman dari nomor telepon seluler sang anak yang diklaim telah diretas sempat disampaikan oleh pihak keluarga Ahmad Bahar, dilansir dari Megapolitan.

Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, menjelaskan bahwa gawai milik anaknya telah diretas oleh pihak tidak dikenal beberapa hari sebelum peristiwa tersebut terjadi.

"Tiga atau empat hari yang lalu, HP anak saya di-hack. Ternyata hacker-nya itu mengancam-ancam si Hercules, pakai nomor anak saya," kata Yenni.

Dua orang perwakilan pihak Hercules kemudian mendatangi rumah mereka untuk meminta penjelasan, namun bukti peretasan yang ditunjukkan keluarga tidak langsung dipercayai.

"Waktu itu ada dua orang dari pihak mereka yang datang mengklarifikasi. Tetap aja katanya, 'Itu kamu yang lakuin'. Lah, mau nunjukin gimana lagi, kita ada bukti-bukti kalau HP kita di-hack," ujar Yenni.

Ketegangan meningkat saat rombongan anggota GRIB Jaya kembali datang ketika Ahmad Bahar sedang pergi menyerahkan buku kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Yenni berada di luar kota.

Menurut Yenni, rombongan tersebut melakukan penggeledahan dan membawa anak mereka yang berada di rumah bersama dua saudaranya agar Ahmad Bahar bersedia menemui Hercules.

"Mereka nyari suami saya enggak ada, akhirnya anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya," kata Yenni.

Yenni juga menduga perselisihan ini ikut dipicu oleh unggahan video TikTok suaminya yang membahas tentang perseteruan antara Hercules dan Amien Rais.

"Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka," ucap Yenni.

Saat ini situasi telah mereda setelah anak Ahmad Bahar kembali ke rumah dan kedua belah pihak menandatangani kesepakatan damai secara tertulis.

Sementara itu, pihak DPP GRIB Jaya memberikan sanggahan terkait narasi mengepung rumah Ahmad Bahar pada Minggu (17/5/2026).

Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk meminta klarifikasi secara langsung atas konten video yang menyinggung pimpinan mereka.

"Narasi yang menyebutkan adanya "pengepungan massa" dinilai sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Marcel.

Pihak organisasi juga meminta Ahmad Bahar datang ke Kantor DPP GRIB Jaya demi menjaga situasi kondusif di lingkungan setempat dan mencegah tindakan anarkistis.

"Sayangnya, Ahmad Bahar dinilai tidak ksatria dan mencoba lepas dari tanggung jawab. Alih-alih hadir secara jantan, ia justru melarikan diri, mematikan telepon genggamnya, dan hanya mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP," kata Marcel.

Langkah mendatangi rumah tersebut dilakukan setelah Tim Hukum DPP GRIB Jaya menyusun berkas digital guna melaporkan aksi doxing massal lewat aplikasi WhatsApp oleh sejumlah nomor asing yang menyebarkan konten TikTok Ahmad Bahar kepada rekan terdekat Hercules.

"Sebelum bergerak ke lokasi, Tim Hukum DPP GRIB Jaya telah merampungkan berkas dan mengumpulkan bukti-bukti digital untuk melaporkan Ahmad Bahar ke pihak kepolisian," ujar Marcel.

Artikel terkait

Rekomendasi