Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya dijadwalkan menggelar perayaan Milad ke-15 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (10/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, kepastian agenda tersebut menyusul adanya isu pemindahan lokasi pertandingan sepak bola nasional yang beredar di media sosial.
Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengonfirmasi bahwa permohonan penggunaan fasilitas negara tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur. Pihak organisasi telah berkomunikasi dengan pengelola kawasan Gelora Bung Karno (GBK) untuk memastikan kesiapan tempat.
"Permohonan penggunaan fasilitas untuk kegiatan tersebut telah diajukan jauh-jauh hari sebelumnya sebagai bagian dari rangkaian persiapan acara," ujar Marcel Gual, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
Penjelasan tersebut diberikan sebagai respons atas kabar pemindahan laga pekan ke-32 liga sepak bola antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Pertandingan yang semula dijadwalkan di Stadion Utama GBK dikabarkan bergeser ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.
Terkait bentrokan jadwal dengan agenda olahraga tersebut, Marcel menegaskan bahwa pihak organisasi tidak memiliki informasi mengenai jadwal pertandingan sepak bola di hari yang sama. Ia menyerahkan sepenuhnya urusan penjadwalan kepada otoritas pengelola kawasan.
"Seluruh keputusan terkait pemanfaatan fasilitas dan penjadwalan kawasan GBK sepenuhnya menjadi kewenangan pengelola kompleks GBK bersama pihak terkait," ujar Marcel Gual.
Penggunaan fasilitas umum di bawah naungan negara disebut harus melewati mekanisme yang ketat dan koordinasi lintas sektoral. GRIB Jaya menyatakan bahwa proses perizinan melibatkan aparat keamanan serta manajemen pengelola kompleks olahraga tersebut.
Pihak GRIB Jaya turut menyampaikan pesan kepada publik agar tetap menjaga kondusivitas, terutama bagi para pendukung klub sepak bola yang terdampak perubahan jadwal. Organisasi ini mengimbau agar masyarakat melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
"Kami tetap menghormati seluruh pecinta sepak bola Indonesia dan berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi," kata Marcel Gual.