GRIB Jaya Jemput Putri Ahmad Bahar Terkait Dugaan Ancaman WhatsApp

GRIB Jaya Jemput Putri Ahmad Bahar Terkait Dugaan Ancaman WhatsApp

Anggota organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya mendatangi sebuah rumah di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, lalu membawa F (33) yang merupakan putri penulis buku Ahmad Bahar ke markas mereka pada Minggu (17/5/2026) sore untuk diinterogasi terkait dugaan pengiriman pesan bermada ancaman.

Aksi penjemputan paksa tersebut dilakukan oleh belasan orang karena Ahmad Bahar sedang tidak berada di lokasi, seperti dilansir dari Megapolitan. F yang didampingi ketua rukun warga setempat kemudian dibawa menemui Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, sekitar pukul 20.00 WIB.

Pemeriksaan terhadap korban berlangsung selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya F diserahkan ke Kantor Polres Depok tanpa mengalami tindakan kekerasan fisik. Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, nomor WhatsApp milik korban ternyata telah diretas oleh pihak asing sejak Kamis (14/5/2026) malam.

"Kalau Pak Hercules-nya sendiri, kalau dari yang saya tangkap ya, beliau masih enggak percaya kalau misalnya bukan saya yang mengirimkan chat-chat yang tidak bertanggung jawab itulah pokoknya," ujar F.

Korban menjelaskan bahwa pimpinan ormas tersebut tidak memperlihatkan isi pesan secara langsung melainkan hanya menegaskan adanya ancaman terhadap istrinya. Saat F mencoba memberikan penjelasan mengenai kondisi akunnya, pernyataannya langsung dipotong.

"Beliau bertanya misalnya, 'Kamu disuruh siapa?' Lah saya juga bingung, saya disuruh siapa saya juga enggak tahu orang akun saya di-hack gitu kan," ucap F.

Peretasan gawai korban bermula saat muncul permintaan pengisian kode OTP yang kemudian membuat akunnya keluar secara otomatis. Setelah berhasil mengakses kembali akun tersebut, korban menemukan sejumlah pesan makian dari nomor tidak dikenal serta kiriman video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyerang ayahnya.

"Ada video soal ayah, tapi itu video AI. Saya baru sadar ternyata itu (peretasan) berhubungan dengan ayah," tutur F.

Pihak keluarga menyatakan rombongan pria tersebut sempat melakukan penggeledahan di dalam rumah sebelum membawa korban. Upaya penjemputan itu disebut sengaja dilakukan agar sang ayah segera datang menemui pimpinan ormas.

"Kemarin jam 14.00 WIB, di rumah cuma ada anak-anak saya, mereka nyari suami saya enggak ada, akhirnya anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya," kata Yenni Nur, istri Ahmad Bahar.

Saat peristiwa itu terjadi, Yenni sedang berada di luar kota sementara suaminya sedang dalam perjalanan untuk menyerahkan buku kepada Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. Komunikasi dengan suaminya terputus karena telepon seluler Ahmad Bahar tidak dapat dihubungi.

"Saya terputus kontak sama suami, dia tidak bisa dihubungi handphone-nya," ujar Yenni.

Rombongan anggota ormas sempat menolak membubarkan diri meskipun tidak menemukan keberadaan orang yang mereka cari. Ketua RW setempat berinisiatif ikut serta ke markas GRIB Jaya guna memastikan keselamatan anak perempuan tersebut.

"Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka, gitu loh. Jadi disuruh datang dulu baru anak saya dipulangin, mana itu pas hari ulang tahun anak saya, sedih," ucap Yenni.

Artikel terkait

Rekomendasi