Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kampus permanen Sekolah Pelita Harapan Pluit di Jakarta Utara pada Rabu, 3 Juni 2026.
Acara groundbreaking institusi pendidikan tersebut turut menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengingatkan esensi utama sekolah yang terletak pada kualitas manusia di dalamnya, bukan sekadar kemegahan fisik bangunan.
Dilansir dari Medcom, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pelita Harapan ini sebelumnya beroperasi di dalam kompleks Lippo Mall Pluit sejak tahun 2014.
Selama lebih dari sepuluh tahun, lokasi tersebut menampung hingga 500 siswa dengan kurikulum Cambridge dan pengantar bahasa Inggris penuh sampai kapasitasnya menyentuh batas maksimal.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan karakter generasi masa depan yang difasilitasi oleh lembaga pendidikan tersebut.
"I setuju bahwa pendidikan adalah tentang investasi sumber daya manusia; ini bukan hanya tentang pembangunan fisik sekolah, tetapi yang lebih penting adalah membentuk karakter generasi masa depan kita dan memastikan bahwa bangsa kita dibangun dengan kuat," ujar Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Proses perizinan untuk mendirikan kampus permanen di atas lahan seluas 2,2 hektare ini dilaporkan memakan waktu hingga hampir 12 tahun lamanya.
Pihak yayasan menyatakan rasa syukur atas terselesaikannya seluruh dokumen legalitas sehingga proyek konstruksi fisik dapat segera dimulai di lokasi strategis dekat kawasan Pantai Indah Kapuk.
"Anugerah Tuhan yang luar biasa setelah bertahun-tahun perencanaan, doa, dan ketekunan, akhirnya seluruh perizinan yang diperlukan dapat diselesaikan sehingga pembangunan ini dapat dimulai," ujar Jonathan Parapak, Presiden YPPH.
Gedung baru setinggi tiga lantai dengan luas total 22.000 meter persegi ini dirancang menggunakan konsep ramah lingkungan yang mengintegrasikan ruang terbuka hijau dan teknologi kecerdasan buatan.
Lembaga ini menargetkan penguatan kemampuan berpikir kritis, literasi kecerdasan buatan, dan bahasa Mandarin demi mempersiapkan lulusannya menembus berbagai universitas papan atas di luar negeri.
"Pendidikan adalah salah satu cara paling strategis untuk membentuk masa depan Indonesia. SPH Pluit hadir bukan hanya untuk mengejar keunggulan akademik, tetapi juga membentuk pemimpin masa depan yang memiliki hikmat, integritas, belas kasih, dan iman. Pendidikan yang sejati harus membentuk pikiran sekaligus hati," kata James Riady, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina YPPH.
Manajemen sekolah menegaskan bahwa infrastruktur baru ini didirikan sebagai bentuk komitmen jangka panjang bagi pengembangan komunitas pembelajaran yang holistik di wilayah Jakarta Utara.
"Kami membangun bukan sekadar ruang kelas, melainkan sebuah komunitas tempat siswa dapat bertumbuh secara intelektual, kreatif, spiritual, dan relasional," terang Aileen Riady, Chairwoman SPH.
Proyek ekspansi ini menjadi bagian dari ekosistem besar yayasan yang saat ini mengelola 71 sekolah dengan total mencapai 42.000 siswa di seluruh wilayah Indonesia.
"Proyek ini merupakan hasil dari bertahun-tahun visi, ketekunan, dan kolaborasi. Kami bersyukur atas dukungan para orang tua, pendidik, pemimpin pemerintahan, dan seluruh pihak yang telah berjalan bersama menuju pencapaian penting ini," kata Stephanie Riady, Executive Director YPPH.