Awan panas guguran disemburkan oleh Gunung Merapi ke arah Kali Putih dan Kali Sat pada Minggu (17/5/2026) malam, sehingga warga diinstruksikan untuk segera menjauhi wilayah jalur aliran sungai tersebut.
Bencana ini dilaporkan memiliki estimasi jarak luncur sejauh 2000 meter menuju arah barat dengan durasi gempa selama 146,336 detik, seperti dilansir dari Detik Travel. Aktivitas vulkanik yang terjadi pada pukul 19.20 WIB tersebut tercatat meluncur dengan amplitudo maksimum mencapai 68,37 milimeter.
Otoritas terkait segera memberikan konfirmasi mengenai arah luncuran material vulkanik tersebut demi keselamatan penduduk setempat.
"Iya, pantauan ada luncuran mengarah Kali Putih," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Tutut Heri Wibowo saat Kompas.com konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (18/5/2026).
Tingkat aktivitas Gunung Merapi sampai saat ini masih ditetapkan berada pada Level III (SIAGA). Lembaga berwenang pun mempertegas instruksi keamanan agar masyarakat menghindari zona-zona berbahaya di sekitar lintasan lahar gunung.
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," dikutip dari unggahan instagram resmi @badan.geologi, Senin (18/5/2026).
Masyarakat kini diminta untuk senantiasa memperbarui informasi dan memantau perkembangan aktivitas vulkanik hilir Gunung Merapi melalui pengumuman berkala yang dirilis oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).