Guru-guru sekolah negeri di Meksiko mengancam akan menggelar aksi massa besar-besaran saat pembukaan Piala Dunia 2026. Langkah ini bakal diambil apabila pemerintah setempat tidak memenuhi tuntutan kenaikan upah yang mereka ajukan.
Seperti dikutip dari Bola, ancaman tersebut muncul setelah ribuan tenaga pendidik melakukan unjuk rasa di Kota Meksiko pada Jumat (15/5/2026), yang bertepatan dengan peringatan Hari Guru. Kurang lebih 3.000 anggota serikat Pekerja Pendidikan Nasional turun ke jalan demi menuntut pelonjakan upah dalam skala besar.
Gelombang demonstrasi tersebut sempat dihadang oleh barisan kepolisian. Aparat menjaga ketat kawasan agar para pengunjuk rasa tidak mendekati kantor Kementerian Pendidikan Meksiko.
"Pendidikan bukanlah prioritas, tetapi bisnis jutaan dollar Piala Dunia adalah prioritas," demikian tulisan pada salah satu spanduk yang dibawa pengunjuk rasa.
Di sela-sela aksi unjuk rasa, seorang demonstran tampak memainkan bola sepak. Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk sindiran terhadap penyelenggaraan turnamen sepak bola internasional di negara mereka.
Pemerintah Meksiko bersama pimpinan resmi serikat guru sebenarnya telah menyepakati kenaikan upah sebesar 9 persen. Walakin, keputusan itu ditolak oleh kelompok pembangkang di dalam serikat yang menuntut kenaikan gaji hingga 100 persen.
Saat ini, pendapatan kotor bulanan awal untuk guru sekolah negeri di Meksiko berada di angka 967 dollar AS atau berkisar Rp 17 juta. Perwakilan guru dari negara bagian Zacatecas, Filiberto Fraustro Orozco, menegaskan bahwa para pendidik mendesak pemerintah untuk segera merespons tuntutan mereka.
"Kami menuntut pemenuhan tuntutan kami," kata Filiberto kepada AFP.
Filiberto menambahkan bahwa para anggota serikat telah mencapai mufakat untuk mengeskalasi intensitas protes sepanjang Piala Dunia berlangsung. Sebelumnya, aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para guru sempat melumpuhkan sebagian wilayah Kota Meksiko selama beberapa hari melalui blokade jalan utama dan akses menuju bandara internasional.
Meksiko sendiri bertindak sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada. Pihak pemerintah memproyeksikan sekitar lima juta wisatawan bakal berkunjung selama kompetisi sepak bola akbar tersebut bergulir.