Gus Ipul Bantah Isu Perebutan Konsesi Tambang di Internal PBNU

Gus Ipul Bantah Isu Perebutan Konsesi Tambang di Internal PBNU

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membantah rumor mengenai adanya perebutan konsesi tambang di dalam tubuh organisasi tersebut pada Kamis (7/5/2026). Penegasan ini bertujuan mengklarifikasi isu konflik internal antara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Gus Ipul memberikan klarifikasi bahwa urusan tambang bukan merupakan pemicu utama dinamika yang terjadi saat ini. Ia menyebut informasi yang beredar mengenai persaingan urusan tambang tersebut tidak memiliki dasar kebenaran, sebagaimana dilansir dari Nasional.

"Saya enggak mau masuk apa sebab utamanya. Tapi kalau ditanya tambang karena disebut-sebut ini katanya ada rebutan tambang, terus terang ini berita yang menyesatkan," ujar Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.

Pernyataan tersebut merespons tudingan adanya tarik-menarik kepentingan tambang yang melibatkan jajaran pimpinan tertinggi PBNU. Gus Ipul menyatakan dirinya tetap berada di luar pusaran dinamika hubungan antara Gus Yahya dan KH Miftachul Akhyar.

"Dinamika tergantung cara kita memahami saja, masalahnya (Gus Yahya) itu dengan jajaran Syuriah (PBNU), bukan dengan saya," sebut Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.

Ia menjelaskan adanya batasan wewenang yang jelas antara jabatan Sekretaris Jenderal dengan jajaran Syuriah dalam struktur organisasi. Hal ini dilakukan demi menjaga profesionalitas posisi masing-masing pihak di PBNU.

"Kami benar-benar membatasi diri, tahu posisi dan jangan sampai ini menjadikan orang salah tafsir terhadap apa yang terjadi di PBNU," paparnya Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.

Terkait masa depan kepemimpinan PBNU, Gus Ipul menyatakan ketidaktertarikannya untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum. Meskipun ia menjabat sebagai Ketua Panitia (OC) Muktamar ke-35 PBNU yang dijadwalkan pada 1-5 Agustus mendatang, ia menolak dorongan dari sejumlah pihak untuk maju.

"Memang juga banyak yang tanya apakah mau meneruskan untuk menjadi ketua umum ke depan ini. Saya jawab, saya enggak pantas, saya tidak memenuhi syarat untuk menjadi ketua umum," imbuh Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.

Artikel terkait

Rekomendasi