Gus Ipul Apresiasi Kritik Muhaimin Iskandar Terhadap Kepemimpinan PBNU

Gus Ipul Apresiasi Kritik Muhaimin Iskandar Terhadap Kepemimpinan PBNU

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan apresiasi terhadap kritik yang dilontarkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pada Kamis (7/5/2026). Respon ini muncul setelah Muhaimin menyebut kepemimpinan Yahya Cholil Staquf di PBNU telah gagal.

Dilansir dari Nasional, Gus Ipul menegaskan bahwa setiap warga Nahdliyin memiliki hak untuk menyampaikan pendapat mengenai arah organisasi. Ia memandang masukan tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi di lingkungan ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

"Sebagai warga NU boleh saya kira Cak Imin memberikan kritik, memberikan pendapat dan itu harus diapresiasi," ucap Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.

Pihak kesekjenan PBNU juga menyatakan tidak akan melakukan pembelaan yang berlebihan atau membantah secara reaktif terhadap tudingan kegagalan tersebut. Gus Ipul menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada publik dan pihak lain yang ingin memberikan tanggapan.

"Ya kalau kemudian perlu dibantah ya silakan bagi yang ingin membantah. Tapi saya enggak ingin membantah," kata Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.

PBNU berencana menjadikan poin-poin keberatan tersebut sebagai rujukan untuk memperbaiki kinerja organisasi ke depan. Hal ini dianggap sebagai bentuk harapan dari anggota terhadap para pengurus pusat.

"Memang itu di dalamnya pesan mengandung harapan," ucap Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU.

Sebelumnya, kritik tajam muncul dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, dalam sebuah acara diskusi alumni mahasiswa. Ia menyerukan agar kepemimpinan yang ada saat ini tidak dilanjutkan kembali.

"Akhir-akhir ini saya sering diskusi juga, diskusi soal NU. Kesimpulannya sama, rezim hari ini sudah enggak boleh diteruskan, enggak boleh diteruskan," kata Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB.

Muhaimin menilai bahwa ketua umum yang menjabat sekarang tidak mampu memenuhi ekspektasi dan harapan besar dari basis massa Nahdlatul Ulama. Ia secara spesifik menyebut adanya kegagalan dalam menjalankan mandat kepemimpinan.

"Karena apa? Tidak mampu lagi kita menitipkan harapannya, terutama Ketua Umum BPNU yang sekarang menurut saya sudah gagal," ujar Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB.

Kritik terbuka ini disampaikan Muhaimin sebagai langkah untuk memecah keheningan di lingkungan internal organisasi. Ia mengaku merasa perlu untuk bersuara secara langsung di hadapan publik.

"Tapi ya terpaksa, maupun ada alumni banyak, terpaksa saya yang ngomong, mewakili yang tidak mau ngomong semuanya. Betul itu, saya belum dengar yang ngomong kayak begini," kata Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB.

Gus Ipul menambahkan bahwa aspirasi dari berbagai kalangan akan menjadi catatan krusial bagi PBNU. Seluruh masukan ini akan dibawa dan dibahas secara mendalam menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi