Gus Ipul Tunda Kunjungan ke KPK Terkait Pengadaan Sepatu Siswa

Gus Ipul Tunda Kunjungan ke KPK Terkait Pengadaan Sepatu Siswa

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menunda rencana kunjungannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang semula dijadwalkan pada Kamis (7/5/2026). Penundaan ini berkaitan dengan agenda pelaporan proses pengadaan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat (SR) yang belakangan menjadi sorotan publik.

Dilansir dari Nasional, Gus Ipul mengonfirmasi perubahan jadwal tersebut saat berada di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat. Pertemuan dengan pimpinan lembaga antirasuah itu kini dijadwalkan ulang pada Jumat pagi guna memberikan klarifikasi menyeluruh atas polemik anggaran yang berkembang.

"Memang rencananya hari ini (ke KPK), tetapi kebetulan ditunda besok jam 10," kata Gus Ipul, Menteri Sosial.

Penjelasan mengenai maksud kedatangan ke gedung KPK ditegaskan oleh Gus Ipul sebagai langkah koordinasi. Ia menyatakan komitmen kementerian untuk bersikap transparan dalam pengelolaan anggaran negara, terutama pada proyek pengadaan barang dan jasa yang melibatkan kebutuhan pendidikan dasar.

"Saya bersama Pak Wamen, Pak Sekjen akan silaturahmi ke KPK untuk minta nasihat, minta masukan. Kami akan memberikan informasi tentang proses-proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial," tutur Gus Ipul, Menteri Sosial.

Langkah internal juga telah diambil dengan menunjuk Wakil Menteri Sosial Agus Jabo dan Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico untuk memimpin tim investigasi. Tim ini bertugas menyisir berbagai informasi yang beredar di media sosial untuk mendapatkan data valid mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

"Dalam rangka itu, hari ini kami membuat tim khusus untuk mendalami isu-isu pengadaan yang kita tahu ya di berbagai pemberitaan dan medsos," ucap Gus Ipul, Menteri Sosial.

Hasil kerja dari tim khusus ini nantinya akan dijadikan landasan bagi Menteri Sosial dalam mengambil keputusan. Pendalaman ini dianggap perlu agar pimpinan kementerian mendapatkan gambaran yang komprehensif sebelum menyampaikan laporan resmi kepada pihak berwenang.

"Ya supaya kita bisa lebih jelas mendapat gambaran yang lebih utuh tentang isu-isu yang selama ini berkembang di medsos," ucap Gus Ipul, Menteri Sosial.

Mensos menyoroti adanya ketidakakuratan informasi yang tersebar luas di platform digital mengenai pengadaan sepatu Sekolah Rakyat. Ia menilai verifikasi data melalui tim khusus adalah langkah krusial untuk memisahkan antara fakta lapangan dan opini publik yang tidak berdasar.

"Berita itu kadang separuh benar, kadang-kadang benar semua, kadang-kadang separuh benar gitu," ucap Gus Ipul, Menteri Sosial.

Pembentukan tim penelusuran ini juga menjadi bagian dari upaya Kemensos dalam merespons masukan dari masyarakat. Gus Ipul memastikan bahwa setiap kritik yang masuk akan dikaji secara mendalam untuk menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan kementerian.

"Sikap kami jelas dari awal bahwa kami terbuka, kami menyambut baik dan mengapresiasi seluruh kritik, saran dari masyarakat dan itu kami cermati, kami ikuti yang memang memerlukan tindak lanjut kami tindak lanjuti," ucap Gus Ipul, Menteri Sosial.

Artikel terkait

Rekomendasi