Gus Miftah secara resmi masuk dalam jajaran tokoh yang diproyeksikan sebagai pemimpin masa depan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sinyal kuat ini muncul saat dirinya menghadiri Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Cirebon, Jawa Barat.
Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Aston Cirebon pada 13-17 Mei 2026 tersebut juga dihadiri oleh figur muda NU lainnya. Seperti dilansir dari Suara, KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dan KH Imam Jazuli tampak hadir dalam kegiatan tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, ketiga tokoh ini terlihat duduk berdampingan dalam satu meja. Komitmen mereka dalam mengikuti proses kaderisasi ini dianggap sebagai langkah nyata regenerasi kepemimpinan di organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Penampilan kompak dengan kemeja putih formal dan peci hitam menunjukkan keseriusan para tokoh ini di bawah bimbingan instruktur senior PBNU, KH Masyhuri Malik. Kehadiran mereka merepresentasikan perpaduan berbagai elemen kekuatan yang ada di tubuh NU.
Gus Yusuf dikenal sebagai representasi tradisi pesantren yang kuat dengan budaya Nusantara. Sementara itu, KH Imam Jazuli membawa warna melalui pemikiran pendidikan modern dan strategi intelektual yang progresif bagi organisasi.
Di sisi lain, Gus Miftah melengkapi formasi ini sebagai dai milenial yang memiliki jangkauan luas. Kemampuannya merangkul masyarakat kecil hingga kaum urban di wilayah perkotaan menjadi nilai tambah dalam strategi dakwah kontemporer.
Mencetak Kader Ideologis dan Manajerial
Gus Miftah memberikan penjelasan mengenai urgensi pelaksanaan PMKNU bagi masa depan organisasi. Menurutnya, program ini merupakan wadah pelatihan kepemimpinan yang krusial untuk mencetak kader dengan wawasan kebangsaan yang luas.
"Ini merupakan program kaderisasi atau pelatihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mencetak kader NU yang punya wawasan ke-NU-an, kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, dan siap menjadi penggerak masyarakat," ujar Gus Miftah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa forum PMKNU memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan figur-figur penting di berbagai sektor. Alumni dari pelatihan ini kerap mengisi posisi strategis sebagai aktivis, politisi, hingga penggerak sosial di tingkat nasional.
"Dalam banyak forum, PMKNU sering menjadi tempat lahirnya aktivis NU, politisi, dai, penggerak sosial, hingga calon pemimpin daerah atau nasional dari kultur pesantren dan NU," ujar Gus Miftah.
Kehadiran para tokoh muda ini di Cirebon mengirimkan pesan bahwa PBNU tengah serius mempersiapkan nakhoda baru. Fokus utamanya adalah melahirkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual, tetapi juga kematangan dalam manajemen organisasi.