Kenaikan harga bahan bakar aviasi akibat ketegangan di Timur Tengah memicu lonjakan keterlambatan dan pembatalan penerbangan di berbagai bandara Portugal hingga menempatkan negara tersebut di peringkat keempat terburuk di Eropa berdasarkan studi terbaru AirAdvisor.
Data dari lembaga analisis tersebut menunjukkan Bandara Humberto Delgado di Lisboa mencatat rata-rata keterlambatan mencapai 88 menit per penerbangan pada periode 28 Februari hingga 14 Mei 2026, yang didorong oleh kebijakan maskapai berbiaya rendah untuk memangkas rute pendek tidak menguntungkan.
Selain masalah bahan bakar, bandara di Portugal juga menghadapi tekanan besar akibat antrean panjang di pos pemeriksaan perbatasan setelah pembubaran badan imigrasi SEF dan penerapan aturan baru Uni Eropa.
Menanggapi situasi di wilayah selatan, Partai PSD Algarve mengumumkan bahwa Menteri Administrasi Internal Luís Neves telah berkomitmen untuk mengambil langkah nyata dalam memotong waktu tunggu dokumen di Bandara Faro.
Anggota Parlemen dari wilayah Algarve, Cristóvão Norte, menegaskan dukungan penuh partainya terhadap langkah penambahan personel dan perbaikan manajemen operasional yang dijanjikan oleh pemerintah demi menjaga reputasi pariwisata regional.
"o essencial é que há uma garantia clara do Ministro da Administração Interna para enfrentar este problema, reduzir os tempos de espera e melhorar a resposta no Aeroporto de Faro" ujar Cristóvão Norte, Deputado Algarve.
Pihak parlemen menyatakan akan mengawal realisasi kebijakan ini karena Bandara Faro merupakan gerbang utama perekonomian wilayah tersebut.
"O aeroporto de Faro é essencial para o Algarve e para Portugal. A região tem de ter uma resposta eficaz, com mais meios, melhor coordenação e prioridade política" kata Cristóvão Norte, Deputado Algarve.
Di sisi lain, maskapai penerbangan dipastikan tidak dapat menghindari kewajiban ganti rugi kepada penumpang karena Komisi Eropa menegaskan volatilitas harga bahan bakar merupakan risiko bisnis normal.
CEO AirAdvisor, Anton Radchenko, menilai situasi operasional di ibu kota Portugal telah menjadi hambatan kronis bagi konektivitas wilayah Eropa secara keseluruhan.
"comercialmente inconveniente não é o mesmo que extraordinário" kata Anton Radchenko, CEO AirAdvisor.
Melalui kepastian hukum dari Komisi Eropa tersebut, penumpang yang terdampak pembatalan rute di bawah 1.500 kilometer tetap memiliki hak penuh atas kompensasi hingga 600 euro serta fasilitas bantuan wajib di area bandara.