Hendrawan Supratikno Soroti Rencana Safari Politik Jokowi Keliling Indonesia

Hendrawan Supratikno Soroti Rencana Safari Politik Jokowi Keliling Indonesia

Politikus PDI-Perjuangan Hendrawan Supratikno menanggapi rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang akan melakukan perjalanan keliling Indonesia pada Juni 2026 mendatang sebagai bentuk persaingan politik. Langkah tersebut dinilai banyak pihak sebagai penanda dimulainya kompetisi antar kekuatan politik di tanah air.

Dilansir dari Nasional, rencana kunjungan ke berbagai daerah tersebut awalnya diungkapkan oleh kelompok relawan Projo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hendrawan menganggap strategi mengaitkan diri dengan figur besar merupakan hal yang lumrah dalam dinamika politik praktis untuk membangun kepercayaan diri.

"Banyak yang melihat ini sebagai genderang kompetisi," ujar Hendrawan saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (15/5/2026).

Penilaian Hendrawan didasari pada posisi Jokowi yang saat ini dipandang sebagai pembina bagi PSI maupun Projo. Ia menekankan bahwa kunjungan tersebut akan memiliki makna yang berbeda dibandingkan saat Jokowi masih menjabat sebagai kepala negara aktif.

"Sejauh yang saya tahu, klaim mengklaim dalam politik, itu hal yang biasa saja. Secara psikologis itu bisa menumbuhkan rasa percaya dan kesanggupan diri," kata Hendrawan.

Meskipun Jokowi masih memiliki pengaruh kuat karena dukungan partai-partai besar sebelumnya, Hendrawan melihat adanya pergeseran orientasi dalam rencana perjalanan kali ini. Kunjungan tersebut diprediksi akan lebih condong pada penguatan internal organisasi dan upaya perebutan suara pemilih.

"Keliling kali ini akan dipahami sebagai bagian konsolidasi partai, sebagai upaya persiapan berebut suara untuk partai," ungkap Hendrawan.

Hendrawan juga menganalisis kemungkinan penyusutan daya tawar politik seorang tokoh seiring bertambahnya jarak waktu setelah tidak menjabat. Selain faktor posisi, meningkatnya literasi politik di tengah masyarakat juga menjadi alasan mengapa figur besar tidak lagi menjadi satu-satunya penentu pilihan warga.

"Selain faktor posisi dan jarak waktu yg menurunkan efek pengaruh, literasi politik masyarakat juga meningkat. Masyarakat biasanya dapat info lebih objektif saat seorang tokoh tidak lagi menjabat," ungkap Hendrawan.

Rencana safari politik ini dipastikan setelah Projo dan PSI secara terpisah menyatakan kesiapan mereka untuk memfasilitasi agenda Joko Widodo berkeliling wilayah Indonesia dalam waktu dekat.

Artikel terkait

Rekomendasi