Hermandad del Rocío de Almería Gelar Ziarah Tahunan ke Almonte

Hermandad del Rocío de Almería Gelar Ziarah Tahunan ke Almonte

Hermandad del Rocío de Almería memulai perjalanan ziarah tahunan dari Gereja San Pedro menuju desa El Rocío di Almonte pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan keagamaan yang memperingati hari jadi ke-40 berdirinya persaudaraan tersebut diikuti oleh lebih dari seribu warga Almería.

Prosesi pemberangkatan dimulai dengan misa romeros pada pukul 11.00 waktu setempat, disusul keluarnya Simpecado dari dalam gereja sekitar pukul 12.15 untuk diarak melewati jalan-jalan utama pusat kota. Rombongan dijadwalkan melewati beberapa lokasi penting seperti Gereja Santiago, Plaza Virgen del Mar, hingga mencapai Taman Nicolás Salmerón untuk makan siang bersama sebelum meninggalkan kota.

Berdasarkan laporan lavozdealmeria.com, rute perjalanan panjang ini mencakup pemberhentian dan bermalam di Fiñana serta Guadix pada malam pertama. Selanjutnya, pada Minggu, 17 Mei 2026, rombongan bergerak menuju Coria del Río, dilanjutkan ke Benacazón, melintasi Vado del Quema, bermalam di Villamanrique, hingga dijadwalkan tiba di Almonte pada Rabu mendatang.

Perayaan tahun ini menjadi momentum spesial karena bertepatan dengan 25 tahun pemberkatan patung Perawan del Rocío di San Pedro, yang juga akan diarak keliling paroki pada September mendatang. Rangkaian ziarah ini akan memuncak pada Sabtu sore, 23 Mei 2026, saat dilakukan presentasi di hadapan Perawan del Rocío, diikuti misa pontifikal, doa rosario, dan prosesi Blanca Paloma pada Senin dini hari.

Di sisi lain, media interalmeria.tv mengabarkan bahwa agenda ini sebelumnya telah dibahas dalam program La Última Trabajadera bersama Kakak Terpilih Manuel López Jérez, serta mantan pengurus José Esteban dan Raquel Criado yang menyoroti pentingnya pembinaan anggota dan koordinasi antar-persaudaraan.

Sementara itu, kisah lain datang dari warga Almería, Cristóbal Juárez García, seorang mantan penerjun payung militer berusia 44 tahun yang kini merantau ke San José, Kosta Rika, demi mengejar cita-citanya menjadi dokter keluarga di Universidad San José Tarrazú (USJT).

Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai perawat di Ugíjar tersebut mengaku mendapatkan dukungan penuh dari istrinya, Inma Ocaña Moya, dan kedua anak mereka untuk menempuh studi kedokteran selama tiga tahun di luar negeri sebelum nantinya kembali berbakti di Almería.

"He cruzado el Atlántico para ser médico de familia. Si todo va bien serán tres años aquí y volveré otra vez Almería" kata Cristóbal Juárez García.

Juárez mengenang masa kecilnya di El Zapillo serta kedekatannya dengan sang ayah melalui sepak bola, termasuk momen tak terlupakan saat menyaksikan promosi klub Almería ke Primera División pada Juni 2007 sebelum ayahnya wafat akibat serangan jantung pada Desember di tahun yang sama.

"Mi padre falleció de un infarto en diciembre de 2007, pero pudimos ver juntos el primer ascenso del Almería" ujar Cristóbal Juárez García.

Ketertarikannya pada dunia medis bermula ketika ia mengikuti kursus perawatan korban pertempuran saat masih aktif di militer, hingga akhirnya ia nekat mendaftar kuliah keperawatan di UCAM Murcia pada tahun 2015 di sela-sela kedinasannya.

"Iba del Cuartel a la Universidad y así me saqué la carrera de Enfermería" tutur Cristóbal Juárez García.

Juárez termotivasi mengambil langkah besar ke Kosta Rika setelah mendapat informasi dari sahabatnya sesama perawat, Juan Pedro. Ia kini menikmati masa studinya dan menargetkan diri untuk menjadi dokter spesialis di wilayah pedesaan setelah lulus nanti.

"Quero ser médico rural, estar con la gente humilde, de los pueblos" jelas Cristóbal Juárez García.

Selama tinggal di San José sejak 19 Januari lalu, Juárez merasakan keramahan penduduk setempat yang dinilainya memiliki kemiripan budaya dengan masyarakat Spanyol, termasuk dalam hal kegemaran terhadap sepak bola.

"Los costarricenses se parecen mucho a nosotros" pungkas Cristóbal Juárez García.

Artikel terkait

Rekomendasi