Indonesia dan Mongolia Pererat Hubungan Diplomatik pada Usia 70 Tahun

Indonesia dan Mongolia Pererat Hubungan Diplomatik pada Usia 70 Tahun

Indonesia dan Mongolia memperingati 70 tahun hubungan diplomatik pada Rabu (13/5/2026) dengan komitmen untuk mempererat kemitraan di sektor pariwisata dan ekonomi. Dilansir dari Detik Travel, tren positif interaksi kedua negara terus meningkat secara signifikan dalam berbagai bidang strategis.

Pertumbuhan ekonomi terlihat dari total nilai perdagangan kedua negara yang menembus angka USD 56 juta pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, Indonesia mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 49,5 juta, sementara impor dari Mongolia berada di angka USD 6,5 juta.

Simbol kedekatan kedua bangsa diperkuat melalui kehadiran Pusat Kebudayaan Mongolia di Tanjung Lesung, Banten, yang menjadi satu-satunya di Asia Tenggara. Fasilitas ini berfungsi sebagai jembatan diplomasi budaya guna menyambut tujuh dekade kerja sama bilateral.

Duta Besar Mongolia untuk Indonesia, D. Enkhtaivan, menegaskan pentingnya peringatan ini bagi masa depan hubungan kedua negara. Pihaknya memproyeksikan kolaborasi yang lebih luas melampaui sektor kebudayaan yang sudah ada saat ini.

"Tidak terasa, tahun 2026 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin erat, tidak hanya dalam kolaborasi budaya, tetapi juga pariwisata dan berbagai bentuk kemitraan lainnya," ujar D. Enkhtaivan, Duta Besar Mongolia untuk Indonesia.

Mongolia memiliki identitas sejarah yang kuat sebagai bangsa pengembara dengan keahlian militer tradisional yang ikonik. Identitas tersebut dipromosikan sebagai daya tarik wisata bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan interaktif.

Utusan Budaya Mongolia di Indonesia, Setyono Djuandi Darmono, menjelaskan bahwa bangsa Mongolia memiliki warisan tradisi nomaden yang melegenda sejak abad ke-13 di bawah kepemimpinan Genghis Khan. Kekaisaran Mongol dikenal memiliki kebudayaan yang unik dibandingkan bangsa-bangsa lain di dunia.

Wisatawan dapat merasakan langsung suasana khas padang rumput Asia Timur di kawasan Pandeglang, Banten. Di lokasi tersebut tersedia Ger, tenda tradisional berbentuk lingkaran dengan ornamen etnik serta koleksi pakaian kaisar dan ratu Mongol untuk dicoba pengunjung.

Aktivitas fisik seperti memanah juga disediakan sebagai representasi kemampuan utama prajurit Mongol dalam melakukan ekspansi wilayah di masa kejayaan mereka. Pengalaman ini dirancang untuk memperkenalkan filosofi kehidupan bangsa Mongolia kepada publik tanah air.

Artikel terkait

Rekomendasi