Hari Raya Idulfitri merupakan salah satu momen paling penting dalam Islam yang dirayakan umat Muslim. Perayaan ini menandai keberhasilan menyelesaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.
Idulfitri selalu dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah, seperti dilansir dari Caritahu. Sistem penanggalan Hijriah berbasis pada peredaran bulan atau qamariyah, yang berbeda dengan kalender Masehi dengan basis peredaran matahari.
Ketentuan tersebut membuat Idulfitri tetap jatuh pada tanggal 1 Syawal pada tahun kapan pun, seperti 1445 H, 1446 H, ataupun 1447 H. Untuk tahun 2026, Idulfitri bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah, karena pergantian tahun baru Islam baru terjadi saat menuju bulan Muharam.
Pergeseran tanggal raya terjadi karena satu tahun Hijriah terdiri dari sekitar 354 hari. Jumlah tersebut lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan kalender Masehi yang berjumlah 365 hari.
Hal ini menyebabkan Idulfitri maju sekitar 10 hingga 11 hari lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi. Sebagai contoh, Idulfitri 1445 H terjadi pada April 2024, Idulfitri 1446 H pada Maret 2025, dan Idulfitri 1447 H pada Maret 2026.
Metode Penetapan 1 Syawal di Indonesia
Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Syawal di Indonesia melalui mekanisme sidang isbat. Proses penetapan ini mengombinasikan metode hisab atau perhitungan astronomi dengan rukyat yang merupakan pengamatan hilal atau bulan sabit pertama.
Perbedaan kriteria atau metode terkadang menimbulkan dinamika berupa perbedaan penetapan hari Idulfitri di antara organisasi keagamaan. Namun, situasi tersebut menjadi bagian dari dinamika dalam praktik ibadah.Secara makna kata, Idulfitri berasal dari kata "id" yang berarti kembali dan "fitri" yang berarti suci. Idulfitri dimaknai sebagai momentum kembali kepada kesucian setelah melewati ibadah Ramadan untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan.