IKA FKH UNAIR Lantik Pengurus Baru dan Luncurkan Buku Sejarah

IKA FKH UNAIR Lantik Pengurus Baru dan Luncurkan Buku Sejarah

Ikatan Alumni Universitas Airlangga Komisariat Fakultas Kedokteran Hewan resmi mengukuhkan kepengurusan periode baru sekaligus meluncurkan Buku 55 Tahun FKH UNAIR dalam rangkaian SAGAVET 2026 di Hotel Wyndham Surabaya pada Jumat (22/5/2026) dan Sabtu (23/5/2026).

Momentum pelantikan ini ditujukan sebagai penguat kolaborasi lintas sektor dalam merespons tantangan kesehatan global, penyakit zoonosis, dan ketahanan pangan nasional. Pendokumentasian sejarah pendidikan, pengabdian masyarakat, serta riset veteriner sejak awal berdiri terekam dalam buku komprehensif tersebut.

Dr. Rizky Fajar Meirawan, SKH MVet memaparkan peranan penting dari karya literatur ini bagi memori kolektif institusi.

"Penyusunan buku tersebut juga menjadi upaya untuk menjaga memori institusi agar perjalanan dan pencapaian fakultas dapat terus dikenang oleh generasi berikutnya. Selain memuat sejarah perkembangan fakultas, buku tersebut turut mendokumentasikan berbagai kontribusi dosen, mahasiswa, alumni, serta tenaga kependidikan yang telah menjadi bagian dari perjalanan FKH UNAIR selama 55 tahun," ungkap Rizky Fajar Meirawan.

Kehadiran buku ilmiah ini diharapkan menjadi instrumen edukasi bagi kalangan akademisi muda kedokteran hewan di Indonesia.

"Diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi bagi mahasiswa maupun generasi muda yang ingin memahami perjalanan dunia pendidikan kedokteran hewan di Indonesia," tutur Rizky Fajar Meirawan.

Penerbitan ini sekaligus menandai kesiapan lembaga dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman.

"Buku ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang bagaimana FKH UNAIR terus tumbuh dan beradaptasi untuk menjawab tantangan di masa depan," ujar Rizky Fajar Meirawan.

Ketua IKA Komisariat FKH UNAIR periode 2025–2030, Drh. Syailin, SH., MH., menegaskan kesiapan pengurus dalam menyelaraskan program kerja bersama program strategis pemerintah nasional.

"Ke depan kami akan terus bersinergi dan menyelaraskan program dengan berbagai kebutuhan nasional maupun internasional, terutama terkait isu penyakit zoonosis dan program pemerintah. Termasuk mendukung program makan bergizi gratis melalui penguatan protein hewani yang menjadi ranah kedokteran hewan," ujar Syailin.

Pemberdayaan jaringan alumni akan dioptimalkan guna memfasilitasi mahasiswa dalam mempersiapkan transisi menuju dunia kerja nyata.

"Mahasiswa perlu mengetahui gambaran dunia kerja sejak awal. Alumni hadir untuk memberikan motivasi, pengalaman lapangan, sekaligus membuka peluang PKL, magang, maupun koas," jelas Syailin.

Langkah taktis juga dijalankan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia guna mengawal kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha di berbagai wilayah Jawa Timur.

"Selama ini alumni bersama PDHI dan fakultas rutin melakukan sosialisasi dan pemeriksaan hewan kurban di berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, dan lainnya. Bahkan dinas-dinas terkait juga sering mengundang alumni untuk terlibat dalam pemeriksaan hewan sebelum penyembelihan," katanya.

Rangkaian SAGAVET 2026 turut memfasilitasi seminar ilmiah mengenai penyakit Newcastle, kualitas pakan, serta kesehatan hewan kesayangan.

"Perjalanan FKH sejak Januari 1970 hingga saat ini telah menghadirkan proses pembelajaran yang penuh makna. Kami sangat mengapresiasi peluncuran buku ini sebagai bentuk dokumentasi perjalanan institusi," ujarnya.

Integritas lulusan akan terus dikawal melalui pelaksanaan agenda pengabdian masyarakat yang konsisten secara berkala.

"FKH secara konsisten melaksanakan empat kali pengabdian masyarakat dalam satu tahun. Sebagai salah satu institusi tertua, FKH berkomitmen mencetak lulusan yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tambahnya.

Dekan FKH UNAIR, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes., menerangkan bahwa keunggulan utama fakultas bertumpu pada kompetensi SDM dan sebaran alumni.

"Ini adalah kekuatan besar yang harus terus dirajut dalam jejaring yang kuat dan saling mendukung. IKA Komisariat FKH harus menjadi rumah bersama yang menghadirkan rasa memiliki, saling mendukung, dan bangga terhadap almamater," ujar Prof. Lilik.

Peningkatan mutu lulusan dilakukan melalui penambahan sertifikasi keahlian khusus seperti penyelia halal dari BNSP.

"Kami ingin lulusan FKH tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi tambahan yang siap digunakan di dunia kerja," katanya.

Respons cepat terhadap ancaman penyakit global seperti hantavirus juga dinilai mendesak bagi profesi dokter hewan.

"Kita harus menjaga kebanggaan terhadap almamater dan menunjukkan bahwa keluarga besar FKH UNAIR adalah keluarga yang solid, saling mendukung, dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat," tegas Prof. Lilik.

Kewaspadaan terhadap interaksi satwa dan manusia di sektor pangan diharapkan memicu lahirnya solusi ilmiah yang mutakhir.

"Melalui seminar ini, kita melihat bahwa dunia kedokteran hewan berkembang. Sektor ketahanan pangan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kewaspadaan terhadap penyakit rodensia seperti hantavirus. Interaksi manusia dengan hewan menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan sehingga kedokteran hewan memiliki peran yang sangat penting," jelas Prof. Lilik.

Kolaborasi antara dunia kampus, sektor industri, dan praktisi di lapangan diharapkan membuahkan terobosan baru.

"Seminar ini tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, industri, dan alumni. Melalui forum ini, diharapkan lahir inovasi dan jawaban atas berbagai tantangan di dunia veteriner," pungkas Prof. Lilik.

Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat IKA UNAIR, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., memaparkan kontribusi alumni juga berdampak langsung pada pemeringkatan internasional kampus.

"Tuntutan sekarang semakin nyata bahwa alumni harus memberikan manfaat bukan hanya bagi universitas, tetapi juga bagi masyarakat luas," katanya.

Di sisi lain, Universitas Airlangga melalui WUACD memperluas aksi internasional bersama empat universitas di Bangladesh untuk edukasi polusi udara domestik di Distrik Comilla pada 10 Mei 2026.

Koordinator WUACD UNAIR, Dr. Eng. Sapto Andriyono, menjelaskan operasional program pengabdian luar negeri dengan mitra SHISUK ini disokong dana Dapt Eqity LPDP tahun 2025.

"Pengabdian ini bagian dari implementasi program pendanaan LPDP melalui skema Dapt Eqity yang diterima Universitas Airlangga pada tahun 2025," katanya.

Sosialisasi dilakukan secara langsung ke rumah warga guna memitigasi risiko gangguan pernapasan bagi perempuan dan anak-anak.

"Masyarakat juga diperkenalkan dengan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat polusi udara domestik," kata Sapto Andriyono.

Selain penanganan langsung di lapangan, agenda ini melangsungkan simposium internasional di Daffodil International University.

"Impact dari WUACD diharapkan semakin luas, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi antaruniversitas dan mitra lokal dapat menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan kesehatan lingkungan," kata Sapto Andriyono.

Artikel terkait

Rekomendasi