Pemerintah Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri secara maksimal setelah terjadinya serangan rudal dan drone yang menyasar kilang minyak di Uni Emirat Arab pada Senin, 4 Mei 2026. Ketegangan ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas kawasan dan keamanan energi dunia.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional demi melindungi infrastruktur sipil. Serangan ini dilaporkan memicu kekhawatiran atas terganggunya rantai pasok global mengingat posisi strategis wilayah tersebut, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, menghormati sepenuhnya gencatan senjata, serta menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil," tegas keterangan resmi Kemlu.
Otoritas diplomatik Indonesia menilai eskalasi militer tersebut berisiko merusak kesepakatan damai yang telah berjalan. Dampak dari serangan ini diprediksi tidak hanya melokalisir di kawasan Timur Tengah, melainkan berpengaruh pada ekonomi internasional.
"Indonesia siap mendukung upaya de-eskalasi dan mendorong dialog menuju perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan," tambah keterangan tersebut.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan 15 rudal dan empat drone yang diduga berasal dari Iran. Ini merupakan insiden perdana sejak gencatan senjata disepakati pada April 2026.
Di wilayah Fujairah, satu unit drone dilaporkan menyebabkan kebakaran hebat di fasilitas minyak utama yang mengakibatkan tiga warga negara India mengalami luka-luka. Militer Inggris juga mengonfirmasi adanya dua kapal kargo yang terbakar di sekitar perairan UEA.
Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan serangan tersebut. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengeluarkan peringatan melalui media sosial kepada Amerika Serikat dan UEA.
"mengingatkan Amerika Serikat (AS) dan UEA agar tidak terseret kembali ke dalam perang," tulis Abbas Araghchi.
Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal RI di Dubai mengimbau seluruh WNI di UEA untuk tetap waspada. Warga diminta terus memantau arahan otoritas setempat dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI.