IPB University dan Garudafood Bekali Mahasiswa Pemahaman SNI

IPB University dan Garudafood Bekali Mahasiswa Pemahaman SNI

Pemahaman mengenai standar mutu menjadi kebutuhan krusial bagi mahasiswa yang ingin berkarier di industri makanan dan minuman. Menanggapi kebutuhan tersebut, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan program edukasi langsung melalui 'SNI Goes to Campus' di Institut Pertanian Bogor (IPB University).

Sinergi strategis yang melibatkan BSN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta Garudafood ini dijadwalkan melangsungkan roadshow ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia sepanjang tahun 2026, seperti dikutip dari Medcom. Program ini bertujuan mencetak generasi muda yang sadar mutu dan memiliki daya saing tinggi di pasar kerja.

Di depan ratusan mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan IPB University, Head of Q-SHE & MFG Innovation Garudafood, Bangun Raharjo, membagikan pengalaman praktis terkait penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam rantai produksi berskala besar.

"Standar bukan hanya tentang memenuhi persyaratan dan regulasi, tetapi tentang membangun disiplin, konsistensi, dan kepercayaan sehingga menjadi budaya kerja yang dijalankan setiap hari. Karena itu, kami percaya mahasiswa yang memahami pentingnya standardisasi sejak dini akan memiliki kesiapan lebih baik untuk masuk ke dunia industri, yang kemudian berkembang dengan berkontribusi pada produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing," ujar Bangun Raharjo dikutip dari siaran pers, Jumat, 5 Juni 2026.

Sebagai wujud komitmen mutu, Garudafood telah menerapkan SNI pada produk biskuitnya sejak tahun 2014 sebelum adanya kewajiban regulasi. Langkah standardisasi ini menjadi investasi jangka panjang perusahaan untuk menjaga konsistensi kualitas, membangun kepercayaan konsumen, serta memperkuat posisi produk lokal di pasar.

Kegiatan tatap muka ini juga dimanfaatkan untuk mengampanyekan isu keamanan pangan (food safety) kepada sivitas akademika. Garudafood menekankan urgensi sistem ketertelusuran yang transparan, yang memungkinkan pelacakan produk pangan mulai dari asal bahan baku hingga jalur distribusi.

Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Industri

Pihak akademisi menilai perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Direktur Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran IPB University, Prof. Dr. Ir. Yulin Lestari, menekankan pentingnya integrasi aspek standardisasi ke dalam kurikulum pendidikan agar para lulusan siap menghadapi situasi industri nyata.

Apresiasi terhadap langkah sektor industri yang aktif mendatangi kampus juga datang dari pihak regulator. Ketua Tim Kerja Diseminasi Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nindya Malvins Trimadya, memberikan pandangannya mengenai kolaborasi ini.

"Keterlibatan perusahaan seperti Garudafood membuktikan bahwa penerapan standar bukan hanya urusan laboratorium, tetapi menyentuh seluruh aspek operasional bisnis. Ini pesan yang perlu diterima mahasiswa sedini mungkin," ungkap Nindya Malvins Trimadya.

Saat ini terdapat lebih dari 13.000 SNI yang aktif di Indonesia, namun pemerataan penerapannya di tingkat industri kecil dan menengah masih menjadi tantangan. Pendekatan edukasi langsung dari praktisi ke mahasiswa diharapkan menjadi solusi efektif untuk membangun ekosistem industri yang transparan, bertanggung jawab, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi