IPB University Imbau Masyarakat Waspadai Sapi Gelonggongan Jelang Iduladha

IPB University Imbau Masyarakat Waspadai Sapi Gelonggongan Jelang Iduladha

Kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha kini menjadi perhatian penting, terutama terkait peredaran sapi gelonggongan di masyarakat. Praktik ini dilakukan dengan memberi minum air secara berlebihan kepada sapi secara paksa untuk meningkatkan bobot tubuhnya secara instan sebelum dijual.

Seperti diberitakan oleh Medcom, Dr drh Denny Widaya Lukman selaku Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University mengimbau masyarakat untuk lebih waspada ketika memilih hewan kurban. Tindakan ilegal tersebut dinilai tidak hanya merugikan konsumen dari segi ekonomi, tetapi juga mencederai prinsip kesejahteraan hewan.

Denny menegaskan bahwa perlakuan tersebut bertentangan dengan prinsip ihsan terhadap hewan serta kaidah penyembelihan dalam syariat Islam.

“Cara seperti ini sangat menyiksa sapi sebelum disembelih. Hal itu tidak mencerminkan prinsip ihsan terhadap hewan dan tidak memenuhi kaidah kesejahteraan hewan,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasannya, praktik curang ini sudah ditemukan di lapangan sejak awal tahun 2000-an. Sapi biasanya dipaksa meminum air menggunakan selang melalui mulut sekitar satu hingga dua jam sebelum proses penyembelihan agar beratnya bertambah.

Sapi gelonggongan dapat diidentifikasi melalui ciri fisik tertentu. Beberapa di antaranya adalah perut yang tampak membesar, kondisi tubuh melemah, hingga hewan yang terlihat kesulitan untuk berdiri.

Kandungan air yang berlebihan di dalam tubuh sapi membuat bobot dagingnya seolah meningkat hingga 20 sampai 40 persen.

“Kalau satu kilogram daging gelonggongan, ketika air keluar, bobot bersihnya hanya sekitar 600 - 800 gram,” jelasnya.

Ketika dijual di pasar, daging dari hasil gelonggongan umumnya menunjukkan karakteristik permukaan yang terlihat lebih basah. Daging tersebut juga biasanya meneteskan air saat diletakkan dengan cara digantung.

Meskipun demikian, indikasi tersebut akan menjadi sangat sulit untuk dikenali secara kasat mata apabila kondisi daging sudah dalam keadaan membeku.

“Daging gelonggongan yang dibekukan tidak bisa dibedakan dengan daging normal. Maka sebaiknya pilih daging beku yang sudah dikemas dan memiliki label,” kata Denny.

Artikel terkait

Rekomendasi