IPB University secara resmi mengubah nomenklatur Fakultas Ekologi Manusia menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (Fisema) pada Minggu (24/5/2026). Langkah transformasi struktur akademik ini diambil sebagai komitmen institusi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang lebih komprehensif.
Perubahan nama tersebut merefleksikan perluasan cakrawala keilmuan di lingkungan kampus. Selama ini, IPB University dikenal memiliki reputasi kuat pada sektor sains, teknologi, pertanian, serta biosains, namun tantangan global saat ini memerlukan pemahaman aspek kemanusiaan.
Pihak manajemen kampus menilai inovasi teknologi berpotensi kehilangan relevansi tanpa dukungan pemahaman sosial yang kuat. Oleh karena itu, Fisema hadir guna memperkokoh pendekatan sosial-ekologis dalam memecahkan rintangan abad ke-21.
Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, menerangkan bahwa langkah pembaruan ini membawa misi mendalam bagi pengembangan akademik institusi.
"ilmu sosial di IPB University harus tumbuh langsung dari pengalaman nyata di lapangan." tegas Dr. Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.
Menurut penjelasan pihak rektorat, kurikulum baru pada Fisema dirancang untuk mengintegrasikan ilmu sosial dengan sektor pangan, lingkungan, teknologi, hingga pembangunan wilayah. Pembelajaran akan difokuskan pada dinamika masyarakat pedesaan, kawasan pesisir, komunitas hutan, interaksi petani-nelayan, serta perubahan sosial keluarga.
Fisema ditargetkan mampu menjadi pusat referensi kebijakan publik bagi pemerintah, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat sipil. Implementasi target tersebut digerakkan melalui metode interdisipliner yang mempertemukan pakar sosial, ekonomi, teknologi, dan ahli pangan.
Melalui restrukturisasi ini, seluruh program kerja Fisema ke depan berkomitmen untuk selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap pengelolaan data dan inovasi yang dihasilkan.
| Aspek Pengembangan | Target dan Harapan Utama |
|---|---|
| Output Akademik | Menjadi pusat rujukan kebijakan publik nasional berbasis riset mendalam. |
| Kolaborasi Keilmuan | Kerja sama lintas disiplin antara pakar sosial, ekonomi, dan teknologi. |
| Orientasi Nilai | Mengedepankan penghormatan terhadap martabat dan hak-hak manusia di setiap kebijakan. |
| Metode Riset | Membangun solusi yang relevan berdasarkan realitas sosial masyarakat Indonesia. |