Irak Selidiki Pos Militer Rahasia yang Diduga Milik Israel di Gurun

Irak Selidiki Pos Militer Rahasia yang Diduga Milik Israel di Gurun

Keberadaan pos militer rahasia di gurun Irak memicu kegemparan di kalangan otoritas setempat di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Seperti dilansir dari Kompas, fasilitas rahasia tersebut diduga kuat digunakan untuk menampung pasukan khusus sekaligus menjadi pusat logistik bagi angkatan udara Israel.

Kabar mengenai pangkalan tersembunyi ini pertama kali diungkapkan oleh media Wall Street Journal. Laporan tersebut langsung direspons oleh pemerintah Irak dengan menerjunkan tim investigasi ke lokasi yang dicurigai.

Sejumlah pejabat Irak menyatakan bahwa tentara mereka telah menyelidiki laporan pergerakan pasukan non-resmi di gurun Nukhaib pada awal Maret. Wilayah tandus ini terletak di sebelah barat daya kota Karbala dan Najaf. Namun, tim penyelidik dilaporkan mendapat serangan saat sedang menuju lokasi tersebut.

Pihak berwenang Irak membenarkan adanya aktivitas pasukan kecil non-resmi yang bersifat jangka pendek di wilayah gurun itu. Meski demikian, otoritas setempat belum memberikan pernyataan resmi bahwa personel tersebut merupakan tentara Israel.

Di sisi lain, dua pejabat keamanan dan intelijen Irak, bersama seorang pejabat militer senior Amerika Serikat, membenarkan identitas pasukan itu. Berbicara dalam kondisi anonim pada Sabtu (16/5/2026), mereka menyatakan bahwa personel di pos tersebut adalah tentara Israel.

Menurut penilaian pejabat militer AS, fasilitas rahasia itu bukan berbentuk pangkalan militer permanen yang besar. Titik tersebut dinilai lebih tepat digambarkan sebagai area pementasan sementara atau kamp taktis guna mendukung jalannya operasi di Iran.

Tujuan Operasi dan Pemantauan Udara

Petugas intelijen Irak membeberkan bahwa pasukan Israel mendirikan sejumlah tenda di area gurun tersebut. Kehadiran mereka di lokasi itu bertujuan untuk memantau aktivitas peluncuran roket serta pergerakan drone yang dioperasikan oleh beberapa kelompok milisi di Irak.

Pihak berwenang Irak menduga pasukan asing tersebut masuk ke wilayah mereka melalui operasi penerjunan dari udara, walaupun waktu pastinya belum diketahui. Otoritas setempat juga menolak penggunaan istilah pangkalan militer untuk menyebut kamp darurat tersebut.

Aktivitas rahasia ini pertama kali terendus setelah seorang penggembala lokal melihat keberadaan pasukan asing itu di tengah gurun. Penggembala tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada aparat keamanan Irak.

Hingga saat ini, perwakilan dari militer Israel memilih untuk tidak memberikan tanggapan. Sikap serupa juga diambil oleh Pejabat Sekretaris Pentagon, Joel Valdez, yang menolak berkomentar mengenai perkembangan situasi tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi