Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan Teheran tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap Amerika Serikat untuk melanjutkan proses diplomasi di Selat Hormuz pada Jumat di New Delhi. Pengumuman ini muncul dilansir dari Internasional akibat kebuntuan negosiasi damai yang sebelumnya dimediasi oleh Pakistan.
Kondisi jalur pelayaran strategis tersebut diakui Araqchi berada dalam situasi yang sangat rumit bagi perdagangan energi global. Meski demikian, Teheran tetap membuka akses bagi kapal-kapal internasional yang dikoordinasikan dengan angkatan laut Iran, kecuali bagi pihak yang berstatus perang dengan mereka.
Araqchi memberikan penekanan khusus melalui platform X mengenai posisi negara tersebut sebagai penjaga stabilitas di kawasan perairan vital itu setelah bertemu perwakilan India.
"Iran akan selalu menjalankan tugas historisnya sebagai penjaga keamanan di Hormuz" kata Abbas Araqchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Diplomat senior ini juga menyoroti adanya pesan yang tidak konsisten dari pihak Washington yang memicu hambatan dalam proses mediasi yang sedang berjalan.
"pesan yang kontradiktif" ujar Abbas Araqchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Ia berpendapat bahwa upaya mediasi internasional sejauh ini masih berlangsung meski menghadapi tekanan besar akibat eskalasi militer selama setahun terakhir.
"sulit" ucap Abbas Araqchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Pemerintah Iran menyatakan keterbukaan terhadap peran negara lain untuk meredakan ketegangan, termasuk potensi keterlibatan China sebagai mitra strategis mereka.
"Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan China. Kami adalah mitra strategis, dan we tahu bahwa China memiliki niat baik. Jadi, apa pun yang dapat membantu diplomasi akan disambut" kata Abbas Araqchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Teheran berharap stabilitas di Selat Hormuz dapat segera pulih sepenuhnya guna menjamin kelancaran arus pasokan minyak dan gas dunia yang mencapai seperlima total transit laut global.