Iran Usulkan Pengiriman Uranium ke Rusia untuk Atasi Kebuntuan Nuklir

Iran Usulkan Pengiriman Uranium ke Rusia untuk Atasi Kebuntuan Nuklir

Tiga pejabat Iran mengungkapkan adanya hambatan besar dalam negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat terkait tuntutan Washington agar Teheran menyerahkan seluruh persediaan uranium yang diperkaya. Ketegangan ini terus berlanjut di tengah upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan perdamaian di kawasan tersebut.

Amerika Serikat mendesak Iran untuk berkomitmen menutup tiga fasilitas nuklirnya serta menangguhkan seluruh aktivitas pengayaan selama 20 tahun ke depan. Laporan The New York Times menyebutkan bahwa permintaan tersebut menjadi poin krusial yang belum menemui titik temu antara kedua belah pihak.

Sebagai langkah kompromi, pihak Teheran mengajukan proposal alternatif guna meredakan kekhawatiran internasional mengenai program nuklir mereka. Pemerintah Iran menawarkan skema teknis yang melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaan material nuklir mereka.

"Iran malah mengusulkan untuk mengencerkan uraniumnya dan mengirimkannya ke negara ketiga, kemungkinan Rusia," kata para pejabat tersebut kepada The New York Times.

Selain tawaran pengiriman material ke Rusia, pihak Iran juga menyatakan kesediaan untuk membatasi aktivitas pengayaan mereka dalam jangka waktu tertentu. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk fleksibilitas terhadap tuntutan durasi yang diajukan oleh Washington.

"Iran juga akan menangguhkan pengayaannya selama 10 hingga 15 tahun," tutur pejabat tersebut sebagaimana dilansir The New York Times.

Di sisi lain, dinamika politik domestik Amerika Serikat turut memengaruhi jalannya diplomasi ini. Pemerintahan Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali inisiatif kebijakan tertentu yang sempat tertunda.

Pemerintahan Trump juga berupaya untuk meluncurkan kembali Proyek Kebebasan, kata para pejabat AS kepada The Wall Street Journal.

Keputusan strategis juga diambil oleh Trump terkait operasi militer di lapangan guna menjaga momentum pembicaraan damai. Langkah ini diambil setelah adanya komunikasi diplomatik dengan pemimpin negara tetangga Iran.

"Trump mengatakan dia menghentikan operasi tersebut atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, untuk menenangkan situasi demi kesepakatan perdamaian," tulis laporan tersebut.

Hingga saat ini, proses negosiasi masih terus berjalan di tengah perbedaan tajam mengenai durasi penangguhan pengayaan uranium. Washington tetap pada posisi semula, sementara Teheran berupaya mencari jalan tengah melalui bantuan Rusia sebagai penampung material nuklir.

Artikel terkait

Rekomendasi