الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَنَهَى عَنِ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْأَمِينُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فازَ الْمُتَّقُونَ.
Prinsip keadilan dalam ajaran Islam dipandang sebagai fondasi utama bagi terciptanya masyarakat yang bermartabat. Dilansir dari Cahaya, tegaknya suatu bangsa sangat bergantung pada penerapan keadilan, karena tanpa hal tersebut kehancuran dan kehinaan akan mengancam kedaulatan umat.
Islam mengajarkan bahwa keadilan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketaqwaan seorang hamba. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT melalui Surah Al-Ma’idah ayat 8:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Tegakkanlah keadilan sebagai saksi karena Allah. Dan janganlah rasa benci mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Ajaran Islam menuntut setiap individu untuk tetap berlaku adil, bahkan terhadap pihak yang tidak disukai sekalipun. Jangkauan keadilan ini melintasi batas identitas suku, ekonomi, hingga perbedaan keyakinan agama sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW menunjukkan ketegasan luar biasa dalam memegang prinsip hukum tanpa memandang bulu. Dalam sebuah riwayat, beliau menunjukkan kemarahan saat ada pihak yang mencoba meminta keringanan hukuman bagi seorang bangsawan yang terbukti mencuri.
"وَاَيْمُ اللهِ لَوْ اَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا"
"Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya." (HR. Bukhari).
Pesan tersebut menegaskan bahwa kehancuran umat-umat terdahulu berakar pada ketidakadilan hukum. Mereka kerap membiarkan pelanggaran kaum terpandang namun menghukum berat masyarakat yang lemah secara ekonomi maupun posisi sosial.
Keadilan dari Lingkup Terkecil
Penerapan mizan atau timbangan keadilan juga diperintahkan untuk dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga terdekat. Allah SWT memberikan pengingat keras melalui Surah An-Nisa ayat 135:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا
"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya."
Aspek ini mencakup tanggung jawab orang tua dalam bersikap adil kepada anak-anak serta ketetapan pembagian warisan sesuai syariat. Keadilan secara mendasar diartikan sebagai upaya menempatkan sesuatu pada proporsi yang tepat dan memberikan hak kepada pemiliknya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Sinergi Antara Keadilan dan Ihsan
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ مَنْ لَبَّى وَكَبَّرَ.
Keadilan sering kali berjalan beriringan dengan prinsip Ihsan atau kebajikan yang lebih tinggi. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 90 yang memerintahkan hamba-Nya untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, serta menjauhi perbuatan keji dan permusuhan.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ
Jika keadilan adalah standar minimal dalam pemenuhan hak, maka Ihsan adalah puncak kemuliaan di mana seseorang memberikan lebih dari kewajibannya. Seorang Muhsin melakukan kebaikan karena kesadaran penuh bahwa setiap gerak-geriknya senantiasa diawasi oleh Sang Pencipta.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلْدَتَنَا هَذَا بَلْدَةً طَيِّبَةً آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً تَجْرِي فِيهَا الْعَدْلُ وَالْقِسْطُ. رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.