Israel Serang 100 Target Hizbullah di Lebanon Selatan

Israel Serang 100 Target Hizbullah di Lebanon Selatan

Tentara Israel mengumumkan operasi militer besar-baru dengan meluncurkan serangan udara ke wilayah Lebanon Selatan pada Sabtu (16/5/2026). Serangan intensif tersebut diklaim menyasar sekitar 100 titik yang menjadi target kelompok Hizbullah.

Seperti dilansir dari Kompas, operasi militer ini memicu kepulan asap tebal yang membubung tinggi di atas kawasan permukiman warga. Dokumentasi visual menunjukkan dampak serangan terlihat jelas di Kota Tyre, Majdal Zoun, Al-Qalila, Al-Hosh, hingga Al-Hania.

Situasi memanas juga terdeteksi di wilayah Al-Bayada, yang kini menjadi lokasi pengerahan pasukan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Asap hitam dilaporkan terus menyelimuti area pergerakan militer tersebut.

Pihak IDF menyatakan tindakan ini merupakan respons atas aktivitas militer Hizbullah dalam 24 jam terakhir. Kelompok tersebut dilaporkan meluncurkan mortir, pesawat nirawak, serta drone peledak ke arah basis pertahanan tentara Israel di Lebanon selatan.

Menanggapi eskalasi yang terus meningkat sepanjang akhir pekan, komando militer Israel memutuskan untuk memperluas jangkauan bom ke berbagai titik strategis. Serangan udara masif kemudian diarahkan ke 100 target Hizbullah yang tersebar di beberapa zona.

Rencana Pembentukan Zona Keamanan

Guna mengantisipasi serangan balasan, otoritas Israel telah mengeluarkan peringatan keras bagi warga sipil. Penduduk dari sekitar 80 kota di Lebanon selatan diimbau untuk tidak kembali ke rumah mereka dengan alasan keamanan.

Pihak militer Israel menegaskan tetap mempertahankan eksistensi pasukannya di wilayah tersebut demi membendung pergerakan kelompok teror. Langkah ini diambil seiring dengan rencana strategis jangka panjang yang tengah dipersiapkan.

Israel mengindikasikan bakal membentuk zona keamanan khusus di dalam wilayah kedaulatan Lebanon. Kawasan pembatas ini direncanakan membentang dari garis perbatasan hingga mencapai Sungai Litani, yang diperkirakan bakal mencakup sekitar 10 persen dari total wilayah Lebanon.

Artikel terkait

Rekomendasi