ITPLN Wisuda 424 Lulusan untuk Hadapi Transisi Energi dan AI

ITPLN Wisuda 424 Lulusan untuk Hadapi Transisi Energi dan AI

Institut Teknologi PLN (ITPLN) meluluskan sebanyak 424 wisudawan pada Wisuda ke-48 yang digelar Sabtu, 23 Mei 2026 di Jakarta. Dilansir dari Medcom, para lulusan tersebut disiapkan menjadi talenta kunci dalam menghadapi tantangan transisi energi global dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Penegasan mengenai kesiapan para lulusan tersebut disampaikan oleh Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. Pihak kampus secara spesifik mengarahkan kurikulum akademik untuk mencetak lulusan yang inovatif demi mencapai target net zero emission.

"ITPLN bukan sekadar kampus energi, tetapi kampus transisi energi. Kita sedang menghadapi situasi menuju net zero emission dan tantangan geopolitik energi yang luar biasa," ujar Iwa.

Iwa menambahkan bahwa penyelenggaraan wisuda bertema Outstanding Engineers, The Key to Energy Resilience and Transformation ini menjadi momentum pembuktian kompetensi mahasiswa. Seluruh wisudawan tercatat telah menyelesaikan rangkaian praktikum, magang di PT PLN (Persero) serta industri, hingga tugas akhir.

"Hari ini ada 424 orang muda berdiri dengan toga dan kebanggaan sebagai lulusan ITPLN. Saudara telah melewati praktikum laboratorium, magang di PLN dan industri, hingga tugas akhir yang penuh perjuangan," kata Iwa.

Sebelum memasuki dunia kerja, para mahasiswa ITPLN juga telah menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perwakilan mahasiswa kampus ini berhasil membawa pulang medali emas dari sebuah kompetisi di Malaysia yang diikuti oleh lebih dari 700 tim.

"Transisi energi dipercepat, AI mengubah cara kerja, geopolitik memanas, dan lapangan kerja berubah lebih cepat dari kurikulum. Kata kunci utama adalah adaptif," tegas Iwa.

Sektor pekerjaan yang dinamis dinilai memerlukan respon cepat dari para alumni. Iwa berharap lulusan ITPLN dapat menghadirkan solusi konkret dalam penyediaan energi yang andal, bersih, dan terjangkau di Indonesia.

"Mohon doanya tahun ini proses izin operasional program S3 bisa selesai," ucap Iwa terkait rencana pembukaan program doktor baru.

Komposisi lulusan pada wisuda kali ini meliputi 40 orang dari S2 Teknik Elektro, satu orang S2 Teknik Mesin, dua orang S2 Teknik Sipil, dan delapan orang S2 Ilmu Komputer. Selain itu, terdapat 47 lulusan dari Program Profesi Insinyur.

Pada jenjang sarjana dan diploma, kelulusan mencakup 58 orang S1 Teknik Elektro, masing-masing satu orang dari S1 Teknik Tenaga Listrik dan S1 Teknik Sistem Energi, 27 orang S1 Teknik Mesin, 15 orang S1 Bisnis Energi, 56 orang S1 Teknik Informatika, serta tujuh orang S1 Teknik Sipil. Jenjang diploma diwakili oleh 125 lulusan D3 Teknologi Listrik dan 36 lulusan D3 Teknik Mesin.

Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, turut memberikan pandangannya dalam acara yang bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional ini. Henri menekankan pentingnya kepemilikan empati sosial bagi para insinyur muda.

"Outstanding engineer bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga hati yang dibawa dalam bekerja," kata Henri.

Tantangan berupa otomatisasi yang mulai menggantikan peran manusia juga menjadi sorotan. Henri mengingatkan bahwa teknologi tidak akan bisa menggantikan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang dimiliki manusia.

"Mesin tidak memiliki nurani untuk menjaga lingkungan, tidak punya empati memikirkan akses listrik masyarakat pelosok, dan tidak memahami makna pengabdian kepada bangsa," kata Henri.

Acara ini juga diisi dengan orasi ilmiah oleh CEO Medco sekaligus Ketua Asosiasi Pembangkit Listrik Seluruh Indonesia (APLSI), Eka Satria. Sejumlah pejabat tinggi dari jajaran direksi PT PLN (Persero), Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK), PT Indonesia Power, ICON Plus, serta perwakilan Telkom University Jakarta turut hadir dalam prosesi tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi