Umat Islam di berbagai daerah bersiap menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban yang dijadwalkan mulai Rabu, 27 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Kehadiran pemilik hewan atau shohibul kurban saat proses penyembelihan tersebut dinyatakan tidak wajib, melainkan hanya bersifat sunnah.
Dilansir dari detik.com, penyembelihan hewan kurban dapat diwakilkan kepada orang lain yang memenuhi syarat syariat, terutama bagi pekurban yang terkendala jarak, kesibukan kerja, kondisi kesehatan, atau menggunakan layanan kurban online. Batas waktu pelaksanaan ibadah ini berlangsung sejak selesai Sholat Idul Adha hingga matahari terbenam pada Hari Tasyrik ketiga, yakni Sabtu, 30 Mei 2026.
Meskipun kehadiran fisik tidak menentukan keabsahan kurban, para ulama tetap menganjurkan shohibul kurban untuk menyaksikan proses tersebut secara langsung demi mendapatkan nilai spiritual dan pengampunan dosa. Anjuran ini bersumber dari hadis saat Nabi Muhammad SAW meminta putrinya menghadiri lokasi penyembelihan.
"Wahai Fatimah, datangilah tempat penyembelihan hewan kurbanmu dan saksikanlah. Sesungguhnya sejak tetes darah pertama hewan kurbanmu mengalir, Allah akan mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu." sabda Rasulullah SAW dalam riwayat Imam Al-Hakim dan Al-Bazzar dari Abu Sa'id RA.
Selain ketetapan mengenai kehadiran pekurban, syariat Islam juga mengatur standarisasi kelayakan hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, atau unta yang akan disembelih. Hewan kurban harus memenuhi batas usia minimal, yakni satu tahun untuk kambing dan dua tahun untuk sapi, serta wajib berada dalam kondisi fisik yang sehat, tidak buta, tidak pincang, dan tidak kurus.
Ibadah tahunan ini juga membawa dimensi sosial dan moral yang signifikan bagi masyarakat. Menulis di revolusinews.com, Dede Farhan Aulawi memaparkan bahwa ibadah kurban merupakan momentum penting untuk mempererat solidaritas kemanusiaan melalui pembagian daging kepada fakir miskin, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda dalam meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.