Syarif Atur Jadwal Pergerakan 527 Kloter Jemaah Haji Menuju Armuzna

Syarif Atur Jadwal Pergerakan 527 Kloter Jemaah Haji Menuju Armuzna

Sebanyak 527 kloter jemaah haji disiapkan untuk bergerak menuju Armuzna melalui jadwal terstruktur dan Standar Operasional Prosedur (SOP) wajib di Makkah pada Rabu (20/5/2026). Pengaturan ketat ini dilansir dari Nasional dilakukan demi menjamin kelancaran keberangkatan para jemaah.

"Kami siapkan jadwal pergerakan untuk 527 kloter menuju Armuzna. Trip pertama dari Makkah akan dimulai pukul 07.00 pagi. Oleh karena itu, kami membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib dipatuhi jemaah," ujar Syarif di Makkah, Rabu (20/5/2026).

Guna menjaga ketepatan waktu, lini masa persiapan diberlakukan mulai enam jam sebelum bus tiba di hotel untuk pembekalan. Jemaah diwajibkan rampung mengenakan ihram tiga jam sebelum berangkat dan berkumpul di lobi satu jam sebelum keberangkatan.

"Dengan demikian, keberangkatan ke Armuzna akan mengikuti jadwal tersebut. Jika dipatuhi dan ditaati, insyaallah tidak akan ada yang terlambat. Pola yang sama juga akan diterapkan untuk pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah, Mina, hingga kembali lagi ke Makkah," tambah Syarif, Pejabat Haji.

Pengawasan seluruh pergerakan jemaah di lapangan diserahkan secara melekat kepada Ketua Regu (Karu) yang memimpin masing-masing 10 orang. Untuk urusan armada bus, regulasi perjalanan diatur penuh berdasarkan ketentuan Naqabah selaku organisasi transportasi Arab Saudi.

Setiap Maktab atau Markaz berkapasitas sekitar 3.000 jemaah bakal difasilitasi oleh tujuh bus dari Naqabah yang beroperasi dalam tiga sif perjalanan. Layanan transportasi bergerak pada waktu pagi, siang, dan sore dengan frekuensi tiga kali perjalanan pulang-pergi untuk setiap sif.

Saat jemaah mulai bergeser dari Arafah menuju Muzdalifah, panitia menerapkan dua skema jalur mandiri terpisah yaitu Taradudi dan Murur demi memecah kepadatan. Sebanyak 160.000 jemaah diproyeksikan berangkat serentak pada sif pertama mulai pukul 19.00 hingga 23.00 Waktu Arab Saudi sebelum skema Murur diaktifkan.

"Ini berdasarkan hasil rapat dengan Baiah Al-Malakiah, bahwa di sif kedua maka jemaah melewati Muzdalifah tanpa turun, langsung menuju tenda di Mina," jelas Syarif, Pejabat Haji.

Sirkulasi perpindahan penumpang menuju kabin bus juga disesuaikan dengan prinsip keadilan bagi kelompok rentan demi mendukung aspek keselamatan kesehatan jemaah.

"Kami sudah sosialisasikan ke sektor-sektor. Setiap pergerakan naik ke transportasi, utamakan jemaah lansia terlebih dahulu, kemudian jemaah disabilitas, dilanjutkan jemaah perempuan, dan terakhir baru jemaah laki-laki. Semua sudah diatur sedemikian rupa, mudah-mudahan semua berjalan lancar," pungkas Syarif, Pejabat Haji.

Artikel terkait

Rekomendasi