Otoritas layanan haji menyediakan jalur khusus bagi jemaah lanjut usia dan risiko tinggi di Terminal Ajyad, Makkah, guna meningkatkan kenyamanan transportasi selama ibadah haji 2026. Fasilitas ini ditujukan bagi jemaah yang tinggal di wilayah Misfalah agar terhindar dari kepadatan antrean umum, sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Kepala Pos Terminal Ajyad, M. Rif'at Sitorus, menjelaskan bahwa infrastruktur terminal tersebut memiliki tiga pintu akses utama. Pihaknya melakukan pemisahan jalur secara spesifik demi mengakomodasi kebutuhan jemaah yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk pengguna kursi roda.
"Pintu 3A kita khususkan untuk lansia atau risti," kata M. Rif'at Sitorus, Kepala Pos Terminal Ajyad.
Pendampingan secara melekat diberikan kepada jemaah sejak memasuki area khusus hingga mereka naik ke atas armada bus selawat. Petugas yang berjaga di lokasi memastikan setiap individu mendapatkan arahan yang tepat mengenai rute kendaraan yang harus mereka tumpangi.
"Ketika mereka sudah diarahkan ke pintu 3 khusus lansia, nanti petugas akan mengarahkan ke rute bus yang seharusnya dinaiki," katanya.
Sistem buka tutup akses turut diterapkan oleh petugas di sepanjang lorong terminal sebagai langkah antisipasi lonjakan jemaah menjelang puncak haji. Pengaturan arus ini bertujuan mencegah terjadinya aksi saling dorong dan penumpukan di titik-titik krusial selama jam sibuk.
"Sehingga jemaah itu dapat masuk ke dalam bis dengan nyaman. Tidak ada dorong-dorongan, sehingga tidak harus khawatir jemaah tertinggal oleh bus," ujarnya.
Selain teknis antrean, pihak berwenang memberikan peringatan terkait perubahan jadwal operasional bus pada hari Jumat. Pergerakan seluruh bus di Terminal Ajyad akan dihentikan sementara berdasarkan kebijakan otoritas keamanan Arab Saudi menjelang waktu pelaksanaan shalat Jumat.
"Terminal Ajyad akan ditutup pukul 08.00, jadi tidak ada pergerakan armada bus ke pondokan," rincinya.
Volume transportasi di Terminal Ajyad saat ini dilayani oleh seratusan unit bus. Kapasitas armada direncanakan terus meningkat seiring dengan masuknya jemaah haji gelombang kedua melalui Kota Jeddah ke Makkah.
"Untuk jumlah armada saat ini berjumlah 109 armada yang sudah beroperasi. Dan akan bertambah terus ketika jemaah sudah mulai berdatangan nanti dari Jeddah sampai 140 armada," tutup M. Rif'at Sitorus.