Jamaah haji asal Aceh mulai menerima dana kompensasi wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal Saudi atau sekitar Rp9,3 juta per orang saat berada di Makkah, Arab Saudi, pada Selasa (12/5/2026). Pemberian dana rutin ini berasal dari pengelolaan aset wakaf produktif tokoh Aceh di Tanah Suci.
Penyaluran dana tersebut dilakukan secara bertahap kepada para jamaah sesuai dengan jadwal kedatangan mereka di Makkah. Selain dana wakaf, setiap jamaah juga mendapatkan biaya hidup dari Pemerintah Indonesia sebesar 750 riyal Saudi, sehingga total dana yang diterima mencapai Rp12,8 juta.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, memberikan konfirmasi mengenai dimulainya pembagian dana tersebut bagi jamaah yang sudah menetap di penginapan. Sebagaimana dilansir dari Cahaya, proses distribusi diawali dari kelompok terbang yang telah tiba lebih awal di Makkah.
"Kemarin sore jamaah kita Kloter 2 sudah menerima Baitul Asyi di penginapannya, dengan jumlah dana sebesar 2.000 riyal, dibagikan oleh pengurus Baitul Asyi," kata Arijal, Ketua PPIH Embarkasi Aceh.
Arijal memaparkan bahwa terdapat perbedaan waktu pemberian dana antar kelompok terbang karena posisi geografis jamaah saat ini. Kloter 1 dilaporkan masih berada di Madinah dan baru akan bergeser ke Makkah dalam beberapa hari ke depan.
"Selanjutnya akan dijadwalkan lagi Kloter 3 hingga seterusnya. Sedangkan Kloter 1 masih di Madinah, bakal mendapatkan dana Baitul Asyi ketika sudah berada di Makkah," ujarnya Arijal.
Penyaluran biaya hidup atau living cost juga menjadi hak bagi para jamaah selain dari dana kompensasi wakaf tersebut. Arijal menjelaskan bahwa uang saku dari pemerintah tersebut dibagikan melalui mekanisme yang berbeda sejak di tanah air.
"Living cost (biaya hidup) dibagikan saat masuk di asrama, pada saat pembagian dokumen-dokumen lainnya di Aula Jeddah (Asrama Haji Embarkasi Aceh)," katanya Arijal.
Mengenai perkembangan kondisi kesehatan seluruh jamaah asal Aceh di Arab Saudi, otoritas terkait memastikan bahwa tidak ada kendala medis yang berarti. Para jamaah dilaporkan tengah fokus melaksanakan rangkaian ibadah umrah wajib.
"Alhamdulillah, kondisi jamaah sampai hari ini dalam kondisi sehat, semua tidak ada keluhan yang sakit, mereka masih melakukan umrah, beristirahat," kata Arijal.