Aksi penjambretan ponsel menimpa seorang pria di kawasan Sudirman, Jakarta, pada Kamis sore (31/5/2026) hingga mengakibatkan seluruh akun media sosial serta aplikasi keuangan digital miliknya dikuras oleh pelaku.
Peristiwa kriminal ini memicu kerugian materi yang besar dan memutus akses mata pencaharian korban karena platform digital tersebut merupakan sumber penghasilan utamanya, seperti dilansir dari Wolipop.
Korban bernama Ragil mengonfirmasi situasi tersebut melalui unggahan video di media sosial yang kemudian menarik perhatian luas dari netizen.
"Hp 17promax gua di jambret itu belom ada 1 bulan dan isi nya bener2 dia retas dari pinjeman,paylater.limit2 lain nya sampe akun sosial media gua dia ambil yang di mana itu sumber pemasukan an gua dari setelah putus sklh SD.skrng gua cuman berdoa ada sama Allah semoga di buka kan pintu hati jambret itu," tulis akun Instagram @ragilnaswarr.
Kehilangan akun media sosial tersebut disesali dalam karena korban sudah merintis kemandirian ekonomi sejak usia remaja demi menyokong kebutuhan hidup keluarganya.
"Dari sosial media lah gua bisa beli apa2 sndiri dari sejak umur gua 15 tahun sampe skrng pun sosial media gua itu juga sumber pemasukan an gua sndiri sama ngasih keluarga gua setiap bulan nya," ucap Ragil.
Sejumlah pengguna internet memberikan beragam respons, mulai dari menyarankan pelaporan formal ke otoritas keuangan hingga menyampaikan simpati atas musibah tersebut.
"Ka aku pernah baca threads katanya kalau hp kita ilang trs dipake pinjol sama yg nyolongnya itu bisa bikin laporan ke ojk ka jd g bayar tagihanya," saran akun @nadaramadhan01.
Warganet lain turut mendoakan agar korban mendapatkan pengganti rezeki yang lebih baik di masa depan atas kejadian yang dialaminya.
"Ya tuhan Mau bilang sabar dan ikhlas pun ga mungkin dan ga ngebantu untuk saat ini,mudah2an di kemudian hari kamu diganti rezeki nya berkali kali lipat ya,di ganti kesehatan terus menerus dan mengalir deras rezekinya selalu,semangat terus ya🙏," saut akun @santomie.
Doa serupa juga mengalir dari pengguna Instagram lainnya yang berharap ada pemulihan kondisi bagi korban.
"Semoga nanti di ganti rezeki berlipat2 ya😢," doa akun @faiza_safira_jakarta.
Insiden penjambretan ini bermula ketika Ragil sedang mendokumentasikan suasana di sekitar area trotoar Sudirman menjelang sebuah kegiatan kerja.
"Dan di situ juga aku ngambil footage ke atas Sudirman, ke bawah, ke pinggir, ke pinggir-pinggir kayak gitu. Terus pas habis di jam 15.58 WIB aku tuh ke jalan trotoar buat ngambil footage," kenang Ragil saat diwawancarai Wolipop, lewat pesan suara.
Sebelum eksekusi terjadi, korban sebenarnya sempat melihat pergerakan dari pengendara sepeda motor yang bertingkah mencurigakan di area sekitar tempatnya berdiri.
"Sebenarnya di situ juga aku ngerasa kalau misal si jambret ini tuh nyebrang di depan aku, benar-benar ngelewatin depan aku, muter balik," tuturnya.
Kelengahan korban saat fokus menatap layar gawai langsung dimanfaatkan oleh pelaku untuk merampas perangkat elektronik tersebut secara paksa.
"Posisi aku lagi kamera di atas gitu lagi nge-take video, dan habis nge-take video gitu dia ngejambret. Terus aku lari kejar dia," lanjut Ragil lagi.
Meskipun upaya pengejaran sempat dibantu oleh beberapa warga setempat, pelaku penjambretan berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban lalu berkoordinasi dengan pihak agensi untuk mengunci perangkat, kemudian meminta pengantar blokir kartu seluler di Polsek Menteng pada hari Kamis, dan menerima Surat Laporan Polisi pada hari Jumat.
Penyalahgunaan data digital mulai disadari oleh korban setelah waktu salat Jumat ketika seluruh sistem proteksi akunnya berhasil ditembus pelaku.
"Ternyata di situ aplikasi aku udah mulai dipakai semuanya kayak Kredivo, paylater, sama e-wallet kayak gitu, sudah dipesan-mesinin sama dia di aplikasi itu. Dan nominalnya itu Rp 4,2 Juta) dan dia gestun (gesek tunai) juga di satu juta," ungkap Ragil dengan nada sedih.
Pihak kepolisian kini menangani pelaporan kasus pencurian dan peretasan data ini guna melacak keberadaan pelaku serta mengamankan sisa aset digital korban.
"Jadi total kerugian aku sama semua handphone itu di tiga puluh juta lebih. Sama sosial media aku juga diretas semuanya kayak TikTok, Instagram, iCloud, Gmail semuanya tuh benar-benar dia retas sama dia semuanya," pungkas Ragil.