Jemaah Haji 1447 Hijriah Apresiasi Efisiensi Layanan Makkah Route

Jemaah Haji 1447 Hijriah Apresiasi Efisiensi Layanan Makkah Route

Fasilitas Makkah Route kembali memanen apresiasi dari jemaah calon haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah. Program pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi yang diselesaikan sejak di tanah air ini, diklaim efektif memangkas keletihan jemaah saat mendarat di Tanah Suci.

Melalui sistem ini, proses kedatangan di bandara tujuan menjadi jauh lebih singkat, seperti dikutip dari Cahaya. Efek positifnya, para jemaah bisa langsung diberangkatkan menuju pemondokan hotel dan langsung berkonsentrasi penuh untuk memulai rangkaian ibadah.

Hingga pertengahan Mei 2026, catatan pemanfaatan skema Makkah Route telah menjangkau puluhan ribu jemaah di beberapa bandara internasional di Indonesia. Salah satu jemaah calon haji 1447 Hijriah, Agung Pribadi (57), menyatakan bahwa fasilitas ini sangat menyokong kekhusyukan beribadah ketika tiba di Arab Saudi.

"Dari embarkasi, bandara, terus sampai Jeddah, hotel langsung, kami ibadah. Itu suatu yang bagi kami terobosan yang oke sekali," kata Agung saat ditemui sebelum masuk ke konter Makkah Route di Tangerang, Banten, Minggu.

Agung memaparkan, kehadiran layanan ini membebaskan dirinya dari antrean panjang pemeriksaan keimigrasian di Arab Saudi. Otoritas penegak hukum dan keimigrasian Arab Saudi telah merampungkan pengecekan paspor serta visa di terminal keberangkatan Indonesia.

"Jadi, kami tidak capai harus menunggu lagi," kata jemaah calon haji asal embarkasi Bekasi, Jawa Barat itu.

Menurut pandangan Agung, mekanisme Makkah Route membawa lompatan regulasi yang positif jika disandingkan dengan manajemen haji periode terdahulu.

"Saya dengar di beberapa tahun yang lalu, mungkin sepuluh tahun atau beberapa belas tahun yang lalu, itu harus antre beberapa jam di bandara untuk baru sampai ke Makkah, ya, biasanya jemaah haji itu merasa lelah setelah perjalanan jauh," katanya.

Dirinya turut menyampaikan rasa terima kasih atas performa pelayanan yang diorkestrasi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kementerian Haji dan Umrah. Agung menilai pendampingan yang diberikan para petugas sangat melekat sejak para jemaah berada di asrama embarkasi.

Kendati melayangkan pujian untuk Makkah Route, Agung menitipkan harapan agar standardisasi pelayanan haji ke depan terus dievaluasi. Fokus utama yang dia soroti menyasar pada aspek sarana prasarana asrama haji yang dinilai memerlukan perbaikan.

"Mungkin di asrama haji bisa memperbaiki layanannya, baik di kamar mungkin, di fasilitas-fasilitas atau masakan," katanya.

Sejak gelombang keberangkatan perdana bergulir pada 22 April 2026, Kantor Imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta dilaporkan sudah memproses 30 ribu jemaah melalui skema Makkah Route. Pada musim ini, pemenuhan target penerbangan dipatok mencapai 35.285 jemaah hingga jadwal pemulangan terakhir pada 21 Mei 2026.

Pintu keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta sendiri mengakomodasi mobilisasi jemaah calon haji yang berasal dari tiga titik embarkasi utama, meliputi Pondok Gede, Bekasi, dan Cipondoh. Saat ini, koridor Makkah Route beroperasi di empat bandara internasional, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adi Soemarmo Solo, serta Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Artikel terkait

Rekomendasi